SAGAVET 2026 Kupas Bahaya Newcastle Disease bagi Unggas
- 25 Mei 2026 20:37 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Newcastle Disease atau penyakit menular disebabkan virus masih menjadi ancaman global peternakan unggas. Hal tersebut dibahas dalam SAGAVET 2026 yang digelar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.
SAGAVET 2026 mengangkat tema dampak Newcastle Disease terhadap pangan dan kesehatan hewan kesayangan. Acara tersebut menghadirkan Prof. Dr. Suwarno sebagai narasumber, membawakan materi berjudul “One Hundred Years Newcastle Disease in Indonesia, What Happened?”.
Dalam pemaparannya, Prof Suwarno menjelaskan Newcastle Disease masih menjadi ancaman global peternakan unggas. Penyakit itu dinilai sulit dikendalikan karena telah bersifat endemis di banyak negara.
Menurutnya, perjalanan Newcastle Disease sejak 1926 menunjukkan virus terus mengalami mutasi. Perubahan tersebut membuat virus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan inang berbeda.
“ND hingga saat ini masih menjadi ancaman global bagi sektor peternakan unggas,” ujar Dosen FKH UNAIR, Senin, 25 Mei 2026. Ia menyebut penyakit itu memicu kerugian ekonomi besar akibat tingginya kematian unggas.
Prof Suwarno juga menyoroti keragaman reservoir virus Newcastle Disease di berbagai jenis burung. Penyebaran virus kini ditemukan pada burung pemakan biji, pemakan daging, hingga penghasil madu.
Menurutnya, perubahan pola penyebaran menunjukkan virus terus berkembang secara global. Mobilitas hewan turut mempercepat penyebaran virus antarwilayah dan antarpopulasi burung.
Dalam sesi berikutnya, Suwarno menjelaskan dampak Newcastle Disease terhadap ketahanan pangan nasional. Wabah ND dapat mengganggu produksi unggas dan pasokan protein hewani masyarakat.
Selain ancaman penyakit, penelitian virus ND dinilai memiliki potensi positif bagi dunia kesehatan. Kajian tersebut masih terus dikembangkan dalam bidang medis dan veteriner.
“Penelitian terkait virus ND memiliki potensi mendukung pengembangan ilmu kesehatan,” kata Suwarno. Ia menilai riset tersebut penting bagi kebutuhan kesehatan masa mendatang.
Melalui SAGAVET 2026, Universitas Airlangga berharap meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Newcastle Disease. Kegiatan itu juga mendorong penguatan riset kesehatan hewan di Indonesia.
FKH UNAIR turut menargetkan penguatan kolaborasi akademisi dan praktisi veteriner nasional. Sinergi tersebut dinilai penting menghadapi perkembangan penyakit hewan secara global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....