Punggung Sakit Tak Selalu karena Salah Duduk

  • 17 Sep 2026 09:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Duduk berjam-jam di depan komputer sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak pekerja. Fokus menyelesaikan pekerjaan sering membuat seseorang lupa mengubah posisi, hingga punggung mulai terasa pegal, kaku, bahkan nyeri.

Keluhan tersebut tidak selalu semata-mata karena posisi duduk yang salah. Tubuh yang terlalu lama berada dalam posisi statis juga dapat membuat otot dan jaringan di sekitar punggung mengalami tekanan. Kementerian Kesehatan menyebut posisi duduk, lama bekerja, serta kebiasaan mempertahankan posisi tubuh dalam waktu lama dapat berkaitan dengan munculnya nyeri punggung bawah atau low back pain.

Kementerian Kesehatan mengingatkan, kebiasaan bekerja dengan posisi membungkuk, kepala tidak tegak, pandangan selalu ke bawah, dan pola kerja yang monoton dapat menjadi pemicu low back pain.

“Posisi duduk yang kurang tepat dan tidak ergonomis ketika bekerja dapat menyebabkan ketegangan otot dan rasa nyeri punggung bawah atau low back pain,” demikian tulis laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan.

Karena itu, memperbaiki posisi duduk saja belum cukup. Tubuh juga perlu diberi kesempatan untuk bergerak. Mengubah posisi secara berkala, berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi waktu tubuh berada dalam posisi statis.

Kementerian Kesehatan juga menyarankan aktivitas fisik dan peregangan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi otot serta mencegah keluhan akibat pekerjaan. Dalam salah satu artikel resminya, Kemenkes menganjurkan olahraga rutin, termasuk aktivitas yang dapat membantu menguatkan otot pinggang, serta melakukan peregangan ringan setiap hari.

“Lakukan olahraga rutin untuk menguatkan otot pinggang, misalnya renang atau yoga. Lakukan peregangan ringan setiap hari,” demikian tulis Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan.

Saat bekerja, peregangan tidak harus dilakukan dengan gerakan yang rumit. Berdiri dari kursi, berjalan beberapa saat, mengubah posisi duduk, atau melakukan gerakan ringan yang tidak menimbulkan nyeri dapat menjadi bagian dari kebiasaan kerja. Yang perlu dihindari adalah membiarkan tubuh berada dalam posisi yang sama terus-menerus selama berjam-jam.

Posisi meja dan kursi juga tetap perlu diperhatikan. Punggung sebaiknya mendapat dukungan yang cukup, kepala tidak terus-menerus menunduk, dan posisi layar disesuaikan agar tubuh tidak dipaksa membungkuk. Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya penerapan prinsip ergonomi untuk mengurangi risiko gangguan pada otot, ligamen, saraf, tendon, sendi, dan tulang belakang.

Bagi orang yang sudah mengalami nyeri punggung, tetap aktif dalam batas kemampuan juga penting. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut penanganan low back pain dapat mencakup terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan otot dan kemampuan bergerak, sekaligus membantu seseorang kembali melakukan aktivitas fisik dan olahraga.

WHO juga merekomendasikan aktivitas fisik sebagai bagian dari penanganan low back pain nonspesifik. Perubahan gaya hidup, termasuk meningkatkan aktivitas fisik, menjadi salah satu pendekatan yang dapat dilakukan sesuai kondisi pasien.

Namun, nyeri punggung tidak selalu dapat dianggap sebagai akibat duduk terlalu lama. WHO menyebut sebagian besar kasus low back pain bersifat nonspesifik, tetapi sebagian lainnya dapat berkaitan dengan kondisi tertentu yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Karena itu, apabila rasa nyeri tidak kunjung reda, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya tidak hanya mengandalkan peregangan atau mengubah posisi duduk. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan pemeriksaan ke dokter apabila nyeri yang dirasakan tidak kunjung reda.

“Periksakan diri ke dokter apabila rasa nyeri yang dirasakan tidak kunjung reda,” demikian tulis Kementerian Kesehatan dalam panduan pencegahan low back pain saat bekerja.

Menjaga kesehatan punggung pada akhirnya bukan hanya soal mencari kursi yang paling nyaman. Kebiasaan sederhana untuk lebih sering bergerak, mengubah posisi melakukan peregangan, menjaga postur, dan tetap aktif justru menjadi bagian penting dari rutinitas kerja yang lebih ramah bagi tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....