Radang Tenggorokan tapi Ingin Minum Susu? Simak Faktanya

  • 08 Sep 2026 11:24 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Susu sering dianggap sebagai minuman yang sebaiknya dihindari ketika seseorang sedang mengalami radang tenggorokan. Salah satu alasannya adalah anggapan bahwa susu dapat membuat tenggorokan semakin berlendir atau memperbanyak dahak. Namun, apakah anggapan tersebut benar?

Mengutip dari website keslan.kemkes.go.id menjelaskan bahwa radang tenggorokan atau faringitis merupakan kondisi ketika terjadi peradangan pada bagian tenggorokan. Faringitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meskipun infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebabnya. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri, gatal, kering, hingga sakit ketika menelan.

Anggapan bahwa susu menyebabkan produksi lendir atau dahak semakin banyak ternyata tidak sepenuhnya benar minum susu tidak menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak dahak. Ketika seseorang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan, lendir di hidung dan tenggorokan memang dapat menjadi lebih kental. Sensasi seperti tenggorokan lebih berlendir setelah minum susu bisa terjadi karena susu bercampur dengan air liur dan sementara waktu memberikan lapisan yang terasa lebih tebal di mulut dan tenggorokan.

Pada sebagian orang, susu dingin atau produk olahan susu seperti yoghurt dapat memberikan rasa nyaman ketika tenggorokan sedang sakit. Segelas susu dingin atau beberapa suap yoghurt beku dapat membantu menenangkan sakit tenggorokan sekaligus memberikan asupan kalori dan nutrisi ketika seseorang sedang kurang nafsu makan.

Lebih lanjut mengutip dari website keslan.kemkes.go.id hal tersebut diatas serupa mengenai herpangina, salah satu infeksi yang dapat menimbulkan sakit tenggorokan. Dalam kondisi tersebut, Kemenkes menyebut makanan dingin seperti susu dingin, es krim, atau yoghurt dapat dikonsumsi untuk membantu meredakan nyeri saat menelan

Namun, bukan berarti semua orang harus minum susu ketika sedang sakit tenggorokan. Jika setelah mengonsumsi susu seseorang merasa tenggorokannya semakin tidak nyaman, mengalami mual, kembung, atau memiliki alergi terhadap protein susu sapi, tentu konsumsi susu sebaiknya disesuaikan atau dihindari. Susu tidak terbukti menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak dahak dan pada sebagian orang justru dapat memberikan rasa nyaman pada tenggorokan.

Yang perlu diperhatikan adalah reaksi tubuh masing-masing. Pilih susu dengan suhu dan rasa yang nyaman, serta tetap utamakan air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan.

Jika sakit tenggorokan disertai demam tinggi, sulit menelan atau bernapas, kondisi semakin memburuk, atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Sebab, radang tenggorokan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus maupun bakteri. Kementerian Kesehatan menekankan bahwa pemeriksaan diperlukan agar penanganan dapat disesuaikan dengan penyebabnya.

Susu bukan penyebab radang tenggorokan dan tidak terbukti meningkatkan produksi dahak. Sensasi tenggorokan terasa lebih tebal setelah minum susu lebih berkaitan dengan tekstur susu yang bercampur dengan air liur. Selama tidak memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu dan tubuh merasa nyaman, susu tetap dapat dikonsumsi saat mengalami radang tenggorokan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....