Kenali Tahapan Perkembangan Bayi Sesuai Usia

  • 13 Sep 2026 10:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Perkembangan bayi berlangsung bertahap, mulai dari kemampuan bergerak, berkomunikasi, mengenali lingkungan, hingga menerima makanan pendamping. Setiap usia memiliki kemampuan yang umumnya mulai muncul, tetapi waktu pencapaiannya dapat berbeda pada setiap anak. Karena itu, orang tua perlu mengenali tahapan perkembangan tanpa menjadikannya sebagai patokan yang kaku.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, tonggak perkembangan atau developmental milestones merupakan kemampuan yang umumnya dapat dilakukan oleh sebagian besar anak pada usia tertentu. Pada usia sekitar dua bulan, misalnya, bayi mulai memperhatikan wajah, tersenyum ketika diajak berinteraksi, dan mengeluarkan suara selain menangis. Bayi juga mulai dapat mengangkat kepala ketika tengkurap dan menggerakkan kedua lengannya.

Memasuki usia sekitar empat bulan, kemampuan bayi biasanya semakin berkembang dalam aspek gerak dan interaksi. Bayi mulai dapat menahan kepala dengan lebih stabil, membawa tangan ke mulut, memegang mainan, serta mengeluarkan suara untuk mendapatkan perhatian. Aktivitas sederhana seperti berbicara, tersenyum, dan memberikan mainan yang aman dapat menjadi stimulasi bagi bayi.

Pada usia sekitar enam bulan, bayi mulai memasuki tahap perkembangan yang penting, termasuk kesiapan mengenal makanan pendamping. Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, makanan pendamping ASI atau MPASI dianjurkan mulai diberikan sekitar usia enam bulan, sementara pemberian ASI tetap dilanjutkan. Pada usia ini, makanan dapat dimulai dengan tekstur lunak dan jumlah yang disesuaikan secara bertahap dengan kemampuan bayi.

Usia enam bulan juga menjadi masa ketika bayi semakin aktif mengeksplorasi lingkungan menggunakan berbagai inderanya. Bayi dapat diajak mengenali suara, tekstur, warna, benda, dan berbagai bentuk interaksi yang aman sebagai bagian dari stimulasi sensorik. UNICEF Indonesia menyebut bayi usia enam bulan mulai tertarik pada lingkungan, mengenali wajah yang dikenal, menikmati bermain bersama orang lain, dan melihat pantulan dirinya di cermin.

Memasuki usia sekitar delapan hingga sembilan bulan, kemampuan bergerak dan berinteraksi biasanya semakin beragam. Dilansir dari CDC, bayi pada usia sembilan bulan umumnya mulai menunjukkan kemampuan seperti duduk tanpa bantuan, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain, serta merespons ketika namanya dipanggil. Pada tahap ini, orang tua dapat memberikan kesempatan kepada bayi untuk mengeksplorasi benda dan lingkungan yang aman dengan pengawasan.

Dalam hal makanan, WHO menyebut tekstur dan variasi makanan perlu ditingkatkan secara bertahap sesuai pertumbuhan serta kemampuan bayi. Pada usia sekitar delapan bulan, sebagian besar bayi sudah dapat mulai mengenal makanan yang bisa dipegang sendiri, sedangkan mendekati usia satu tahun, anak umumnya mulai dapat mengonsumsi makanan keluarga dengan penyesuaian yang diperlukan. Pemberian makanan juga dianjurkan dilakukan secara responsif dengan memperhatikan tanda lapar dan kenyang anak.

Orang tua tidak perlu panik jika kemampuan bayi tidak muncul persis pada bulan yang sama seperti bayi lainnya. Namun, apabila terdapat kekhawatiran mengenai perkembangan, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian yang sesuai. Dengan memahami tahapan perkembangan, orang tua dapat memberikan stimulasi, nutrisi, dan lingkungan yang sesuai tanpa memberikan tekanan kepada bayi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....