Sariawan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • 04 Sep 2026 11:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sariawan menjadi keluhan yang kerap dialami masyarakat. Meski umumnya bukan kondisi serius, luka di dalam mulut ini dapat menimbulkan rasa perih dan mengganggu aktivitas makan maupun berbicara.

Sariawan dapat muncul karena berbagai faktor. Kondisi tersebut tidak selalu berkaitan dengan kekurangan vitamin, tetapi juga dapat dipicu oleh luka atau iritasi pada rongga mulut, makanan tertentu, hingga kebiasaan sehari-hari.

Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, sariawan merupakan luka atau ulser yang terjadi pada mukosa mulut, termasuk gusi, langit-langit, lidah, dasar mulut, bibir bagian dalam, dan bagian dalam pipi.

“Penyakit mulut yang paling sering terjadi adalah sariawan. Kondisi ini tepatnya terjadi berupa luka (ulser) pada mukosa mulut,” demikian tulis laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan dalam artikel Penanganan Sariawan.

Kementerian Kesehatan menjelaskan, penyebab sariawan cukup beragam. Di antaranya kekurangan asupan nutrisi, konsumsi makanan asam atau pedas, kebiasaan merokok, penggunaan obat-obatan tertentu, serta luka pada jaringan mulut.

Luka juga dapat terjadi karena menyikat gigi terlalu keras, tidak sengaja menggigit bibir atau bagian dalam pipi, maupun penggunaan kawat gigi yang menggesek jaringan mulut.

Untuk membantu mengatasi sariawan, masyarakat dapat menjaga kebersihan mulut dan menggunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut. Selama mengalami sariawan, makanan yang terlalu pedas atau asam sebaiknya dihindari karena dapat memperparah rasa perih.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, penanganan sariawan dapat dilakukan dengan zat pemati rasa maupun antiseptik. Penggunaan obat tetap perlu mengikuti aturan pakai dan kondisi masing-masing.

“Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi zat pemati rasa dan antiseptika. Pemakaiannya obat bisa dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam sehari,” demikian tulis laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan dalam artikel Penanganan Sariawan.

Sariawan pada umumnya dapat sembuh dalam waktu sekitar lima hingga 14 hari. Namun, masyarakat perlu waspada jika luka tidak kunjung membaik dalam waktu lama atau justru semakin parah.

Kementerian Kesehatan menyebut, luka atau sariawan yang tidak kunjung membaik setelah beberapa pekan dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut, terutama apabila disertai benjolan, nyeri, mati rasa, atau kesulitan menelan dan berbicara.

“Sariawan adalah luka yang waktunya singkat, yaitu 5-14 hari. Sementara kanker mulut ditandai dengan luka atau sariawan yang tidak kunjung membaik setelah beberapa pekan atau bahkan lebih dari satu bulan,” demikian tulis laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan dalam artikel Sariawan, Pertanda Kanker Lidah?.

Karena itu, sariawan yang menetap, sering berulang, atau disertai gejala lain sebaiknya tidak terus-menerus diobati sendiri. Pemeriksaan ke dokter atau dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....