Benarkah Menjemur Bayi di Pagi Hari Sudah Tidak Dianjurkan?
- 19 Agt 2026 11:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kebiasaan menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi sudah lama dikenal masyarakat, terutama dengan anggapan bahwa paparan matahari dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D dan mengatasi bayi kuning. Namun, anjuran medis saat ini semakin menekankan bahwa bayi, terutama yang berusia di bawah enam bulan, sebaiknya tidak sengaja dijemur di bawah sinar matahari langsung. Dilansir dari NHS (National Health Service UK), bayi di bawah enam bulan sebaiknya dijauhkan dari paparan langsung sinar matahari karena kulit mereka masih sangat sensitif dan lebih mudah mengalami sunburn maupun kepanasan.
Lantas, bagaimana dengan anggapan bahwa bayi membutuhkan sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D? Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa vitamin D memang dapat diproduksi tubuh melalui paparan sinar matahari. Namun, untuk bayi, paparan sinar ultraviolet bukanlah pilihan yang ideal sebagai sumber utama vitamin D karena mereka perlu dilindungi dari paparan UV. WHO menyebut sumber vitamin D bayi dapat berasal dari asupan makanan atau suplemen sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
| Baca juga: Benarkah Cokelat Bisa Meredakan Stres? |
Hal lain yang perlu diluruskan adalah kebiasaan menjemur bayi untuk mengatasi jaundice atau bayi kuning. Bayi baru lahir memang cukup sering mengalami jaundice akibat peningkatan bilirubin, tetapi menjemur bayi di bawah sinar matahari bukanlah terapi standar. Dilansir dari NHS, apabila kadar bilirubin cukup tinggi dan bayi membutuhkan terapi, penanganan yang digunakan adalah phototherapy menggunakan cahaya khusus, bukan sinar matahari.
Bahkan, pedoman klinis dari layanan kesehatan Inggris NHS Greater Glasgow and Clyde secara tegas menyatakan bahwa sinar matahari tidak direkomendasikan sebagai pengobatan jaundice pada bayi baru lahir. Pasalnya, kadar bilirubin perlu diperiksa dan dipantau untuk menentukan apakah bayi membutuhkan penanganan. Jika diperlukan, fototerapi dilakukan dengan intensitas cahaya yang terkontrol sehingga berbeda dengan sekadar menjemur bayi di luar rumah.
| Baca juga: Edukasi Dini Kunci Cegah HIV pada Remaja |
Meski demikian, bukan berarti bayi harus selalu berada di dalam ruangan. Orang tua tetap dapat membawa bayi keluar rumah, tetapi dengan menghindari paparan sinar matahari langsung, terutama ketika intensitas UV tinggi. NHS merekomendasikan bayi di bawah enam bulan dijauhkan dari sinar matahari langsung, sementara American Academy of Pediatrics melalui HealthyChildren.org juga mengingatkan bahwa kulit bayi jauh lebih tipis dan sensitif sehingga dapat terbakar lebih cepat dibandingkan kulit orang dewasa.
Jadi, apakah menjemur bayi di pagi hari sudah tidak dianjurkan? Jika yang dimaksud adalah sengaja menempatkan bayi di bawah sinar matahari langsung untuk mendapatkan vitamin D atau mengobati bayi kuning, praktik tersebut sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan tanpa arahan tenaga kesehatan. WHO sendiri menyebut bayi usia kurang dari enam bulan secara umum perlu dilindungi dari sinar UV, termasuk dengan menghindari paparan langsung dan menggunakan pakaian atau pelindung yang sesuai.
Pada akhirnya, yang terpenting bukan sekadar apakah bayi mendapatkan sinar matahari, tetapi bagaimana melindungi bayi dari paparan UV berlebihan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisinya. Jika bayi tampak kuning, memiliki kondisi khusus, atau orang tua khawatir mengenai kebutuhan vitamin D, langkah yang lebih aman adalah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menentukan pemeriksaan maupun suplementasi yang tepat, daripada mengandalkan sinar matahari sebagai terapi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....