Sering Bermain Hape Membuat Kita Gampang Lupa, Benarkah?

  • 04 Agt 2026 11:11 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Hampir setiap orang saat ini tidak bisa lepas dari genggaman smartphone, mulai dari bangun tidur hingga kembali terlelap. Kemudahan akses informasi dan hiburan membuat kita betah berlama-lama menatap layar, tanpa menyadari dampaknya terhadap fungsi otak. Pertanyaan yang sering muncul di tengah fenomena ini: benarkah sering bermain ponsel dapat membuat kita lebih mudah lupa?

Beberapa penelitian ilmiah dari berbagai negara mengonfirmasi bahwa kebiasaan ini memang dapat mengganggu kemampuan mengingat. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Human Biology (2025) menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan ponsel berlebihan dengan penurunan daya ingat jangka pendek, terutama pada aspek memori visual. Penelitian terhadap 230 mahasiswa kedokteran tersebut menunjukkan bahwa mereka dengan tingkat kecanduan ponsel tinggi jauh lebih berisiko mengalami gangguan memori dibandingkan yang penggunaannya terkontrol.

Fenomena ini dikenal dengan istilah digital amnesia atau amnesia digital, yaitu kecenderungan seseorang melupakan informasi karena terlalu mengandalkan perangkat digital untuk menyimpannya . Studi lain yang dimuat di jurnal BMC Nursing (2025) mengungkap bahwa ketergantungan pada ponsel berkorelasi erat dengan munculnya digital amnesia di kalangan mahasiswa keperawatan . Ketika informasi mudah diakses melalui gawai, otak kita menjadi "malas" untuk menyimpan dan mengingatnya sendiri.

Fenomena "screen inferiority effect" juga memperkuat temuan ini. Sebuah riset dari Peking University yang dipublikasikan di jurnal Behavioral Sciences (2024) menunjukkan bahwa belajar atau membaca melalui layar ponsel menghasilkan daya ingat yang lebih buruk dibandingkan melalui media cetak atau komputer. Yang lebih mengkhawatirkan, efek negatif pada memori ini muncul secara konsisten di semua jenis tugas, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Artinya, semakin sering kita mengandalkan ponsel untuk menyimpan informasi, kemampuan alami otak untuk mengingat bisa menurun seiring waktu.

Selain itu, paparan layar ponsel yang terlalu lama juga mengganggu ritme tidur melalui penghambatan produksi melatonin, yang pada akhirnya merusak proses penguatan memori jangka panjang. Gangguan tidur akibat kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur membuat otak kehilangan kesempatan untuk mengkonsolidasi informasi yang telah diterima sepanjang hari. Akibatnya, informasi yang seharusnya tersimpan dalam memori jangka panjang menjadi mudah terlupakan.

Tidak hanya itu, kebiasaan multitasking saat menggunakan ponsel—seperti membuka beberapa aplikasi sekaligus—juga terbukti menurunkan kinerja kognitif secara signifikan. Otak manusia sebenarnya tidak dirancang untuk memproses banyak informasi secara bersamaan, sehingga perhatian terpecah dan informasi tidak tersimpan dengan baik. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mengganggu kemampuan fokus dan daya ingat secara permanen, terutama pada anak-anak dan remaja yang otaknya masih dalam masa perkembangan.

Maka, membatasi waktu penggunaan ponsel, memberi jeda sebelum tidur, serta melatih otak dengan aktivitas membaca dan menulis manual bisa menjadi langkah bijak untuk menjaga daya ingat tetap tajam. Para ahli menyarankan untuk menerapkan aturan "screen-free time" setidaknya satu jam sebelum tidur dan mengurangi penggunaan gawai saat sedang belajar atau bekerja. Dengan kesadaran akan dampak negatif ini, kita dapat memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa mengorbankan kesehatan otak dan daya ingat jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....