Bukan Sekadar Lucu, Ini Manfaat Memelihara Kucing bagi Kesehatan Mental
- 04 Agt 2026 15:46 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Di balik tingkahnya yang lucu dan menggemaskan, kucing ternyata menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan pemiliknya. Penelitian dari berbagai negara membuktikan bahwa memelihara kucing bukan sekadar hiburan, tetapi juga investasi untuk kesehatan fisik dan mental. Mulai dari mengurangi stres hingga menurunkan risiko penyakit jantung, semua bisa didapat dari kehadiran hewan berbulu halus ini.
Kehadiran kucing di rumah telah terbukti secara ilmiah mampu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Sebuah penelitian di Australia yang diterbitkan di jurnal "Anthrozoös" menemukan bahwa pemilik kucing dilaporkan memiliki kesehatan psikis yang lebih baik dibandingkan orang tanpa hewan peliharaan. Mereka mengaku merasa lebih bahagia, lebih percaya diri, berkurang rasa gugup, tidur lebih nyenyak, dan lebih baik dalam menghadapi masalah hidup.
Sentuhan dan pelukan dari kucing dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang mengurangi rasa sakit dan meningkatkan suasana hati. Manfaat memelihara kucing juga dirasakan secara fisik oleh tubuh. Mengutip penelitian dari jurnal Psychosomatic Medicine, para pemilik kucing memiliki denyut jantung istirahat dan tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan.
Saat menghadapi situasi stres sekalipun, mereka tetap lebih tenang dan pulih secara psikologis lebih cepat. Kabar baiknya, studi yang mengikuti 4.435 orang selama 13 tahun menemukan bahwa mantan pemilik kucing memiliki kemungkinan lebih kecil meninggal akibat serangan jantung.
Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan di Tokyo University of Agriculture mengungkap dampak neurologis yang menarik. Studi tersebut menunjukkan bahwa berinteraksi dengan kucing secara signifikan mengaktifkan korteks prefrontal otak manusia, bagian otak yang berfungsi untuk mengatur fungsi eksekutif dan memori kerja.
Yang menarik, kucing memiliki temperamen yang unik dan tidak selalu menuruti perintah seperti anjing, namun sifat mandiri dan reaksi spontan mereka justru dinilai memberikan pengaruh positif bagi pemiliknya. Karakter temperamental kucing inilah yang menjadi faktor kunci dalam memberikan manfaat kesehatan.
Anak-anak juga mendapatkan manfaat besar dari memelihara kucing. Sebuah survei terhadap 2.200 anak berusia 11-15 tahun di Skotlandia mengungkap bahwa anak-anak yang memiliki ikatan kuat dengan kucing mereka memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi. Mereka merasa lebih bugar, energik, penuh perhatian, dan lebih jarang merasa sedih serta kesepian. Bahkan, penelitian dari University of Missouri menunjukkan bahwa anak-anak autisme yang dikelilingi kucing peliharaan mengalami peningkatan interaksi sosial
Selain itu, interaksi dengan kucing juga dapat memperbaiki hubungan sosial dengan sesama manusia. Studi oleh American Psychological Association menemukan bahwa pemilik kucing lebih sensitif secara sosial, lebih mampu percaya pada orang lain, dan lebih bisa menyukai orang lain dibandingkan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan.
Peneliti menyebut hewan peliharaan sebagai "katalis sosial" yang mendorong kontak sosial antar manusia. Hewan peliharaan bisa menerima pemiliknya apa adanya, perhatian, konsisten, setia, dan jujur—karakter yang dapat memenuhi kebutuhan dasar seseorang untuk merasa dihargai dan dicintai.
Meski demikian, para ahli juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan kucing peliharaan. Pastikan kucing mendapat vaksinasi rutin, perawatan kesehatan yang baik, serta makanan yang sesuai agar manfaat kesehatan yang diberikan dapat dirasakan secara optimal. Dengan perawatan yang tepat, kucing bukan hanya teman setia, tetapi juga investasi berharga untuk hidup yang lebih sehat dan bahagia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....