Bedah Bariatrik, Solusi Medis Penderita Obesitas yang Sulit Turunkan Berat Badan

  • 22 Jul 2026 10:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, hingga gangguan pernapasan.

Ketika perubahan pola makan, olahraga, dan terapi obat tidak memberikan hasil yang optimal, bedah bariatrik dapat menjadi salah satu pilihan penanganan bagi pasien tertentu.

Apa Itu Bedah Bariatrik? Mengutip dari laman kms.kemkes.go.id menjelaskan pelayanan bedah bariatrik adalah suatu teknik operasi untuk menurunkan berat badan pada pasien obesitas/kegemukan di mana metode lain seperti diet, olahraga dan pengobatan lain tidak efektif. Hal ini terjadi dengan manipulasi anatomi saluran pencernaan sehingga membatasi makanan yang masuk dan diserap oleh tubuh.

Dengan kata lain prosedur operasi yang bertujuan membantu menurunkan berat badan pada pasien obesitas dengan mengubah anatomi saluran pencernaan sehingga jumlah makanan yang dikonsumsi maupun diserap tubuh menjadi lebih sedikit.

Namun, bedah bariatrik bukanlah prosedur yang ditujukan untuk semua orang yang ingin menurunkan berat badan. Tindakan ini hanya dilakukan berdasarkan indikasi medis dan melalui evaluasi menyeluruh oleh tim dokter.

Siapa yang Dapat Menjalani Bedah Bariatrik? Seperti dilansir pada website kemkes.go.id Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Obesitas, operasi bariatrik direkomendasikan bagi pasien dengan kondisi tertentu, di antaranya:

  • Memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥35 kg/m², baik dengan maupun tanpa penyakit penyerta (komorbid).

  • Memiliki IMT 30–34,9 kg/m² yang belum berhasil menurunkan berat badan melalui perubahan gaya hidup maupun terapi obat.

  • Pasien dengan obesitas dan diabetes melitus tipe 2 yang memenuhi kriteria medis.

Selain itu, setiap calon pasien wajib menjalani penilaian menyeluruh oleh tim multidisiplin, meliputi dokter bedah, dokter penyakit dalam, ahli gizi, psikolog atau psikiater, serta dokter anestesi sebelum tindakan dilakukan.

Bedah bariatrik tidak hanya bertujuan menurunkan angka pada timbangan. Penurunan berat badan yang signifikan juga dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti:

  • Mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

  • Menurunkan tekanan darah.

  • Mengurangi risiko penyakit jantung.

  • Membantu mengatasi sleep apnea.

  • Meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan beraktivitas.

Bedah bariatrik merupakan salah satu terapi medis yang terbukti efektif dalam membantu penurunan berat badan pada pasien obesitas yang memenuhi kriteria tertentu. Namun, tindakan ini bukan sekadar operasi kosmetik, melainkan bagian dari penanganan komprehensif terhadap obesitas yang dilakukan oleh tim multidisiplin.

Keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh tindakan bedah, tetapi juga komitmen pasien dalam menerapkan pola makan sehat, berolahraga secara rutin, serta menjalani kontrol kesehatan secara berkala. Dengan pendekatan tersebut, bedah bariatrik dapat membantu meningkatkan kualitas hidup sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit akibat obesitas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....