Gagal Donor Darah karena Anemia? Simak Tips Ampuh Ini

  • 17 Jun 2026 15:12 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ingin mendonorkan darah tetapi terganjal kadar hemoglobin (HB) yang rendah? Anda tidak sendirian. Kondisi anemia atau rendahnya kadar HB dalam darah kerap menjadi batu sandungan utama bagi para calon pendonor yang ingin berbagi kebaikan.

Hal ini dikupas tuntas oleh Ahli Gizi RSUD Padangan Bojonegoro, Lutfiana Dewi Kurniasari, S.Gz, dalam dialog kesehatan bertajuk "Cegah Anemia, Siap Donor Darah" yang disiarkan di RRI Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Lutfiana menjelaskan bahwa anemia terjadi ketika kadar HB berada di bawah angka normal. Hemoglobin sendiri merupakan protein kaya zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi vital untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Adapun standar nilai normal kadar HB untuk pria adalah di atas 12.5 g/dl, sedangkan untuk wanita harus di atas 12.0 g/dl.

"Apabila kadar HB kurang dari nilai normal, maka seseorang tidak dapat melakukan donor darah," ujar Lutfiana saat mengisi dialog di udara.

Menurut Lutfiana, penyebab utama anemia pada calon pendonor adalah kekurangan zat besi. Zat besi ini dipakai tubuh untuk memproduksi hemoglobin, sehingga tanpa asupan yang cukup, produksi sel darah merah dipastikan menurun.

Untuk mencegah anemia dan mendongkrak kadar HB, ada beberapa nutrisi kunci yang wajib dipenuhi. Prioritas utamanya adalah zat besi, baik jenis heme yang mudah diserap seperti daging merah, hati ayam atau sapi, dan ikan, maupun jenis non-heme seperti sayur hijau, tahu, dan tempe.

Penyerapan zat besi non-heme ini bisa ditingkatkan hingga dua sampai tiga kali lipat jika dikombinasikan dengan vitamin C dari buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, atau pepaya. Selain itu, tubuh juga membutuhkan asam folat, vitamin B12, dan protein sebagai bahan baku utama pembentukan sel darah merah yang baru.

Namun, selain menambah asupan nutrisi, calon pendonor juga harus waspada terhadap beberapa makanan dan minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Kandungan tanin dalam teh dan kopi, misalnya, dapat mengikat zat besi jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu makan. Oleh karena itu, hindari minum kopi atau teh satu jam sebelum dan sesudah makan besar, serta pilihlah air putih sebagai gantinya.

Susu dan produk tinggi kalsium juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan sumber zat besi karena kalsium akan bersaing untuk diserap oleh tubuh. Batasi pula makanan tinggi fitat dari biji-bijian mentah, atau siasati dengan merendam dan memasaknya terlebih dahulu agar kandungan fitatnya berkurang.

Sebagai tips penutup agar siap mendonorkan darah, Lutfiana menyarankan masyarakat untuk rutin mengonsumsi daging atau hati beberapa kali dalam seminggu. Jaga juga pola tidur ideal karena kurang tidur dapat mengganggu proses pembentukan sel darah merah.

"Kesimpulannya, naikkan hemoglobin dengan rutin makan zat besi ditambah vitamin C, hindari teh/kopi setelah makan, dan jaga pola tidur. Cek hemoglobin satu sampai dua hari sebelum kita mendonorkan darah," kata Lutfiana menjelang akhir dialog

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....