RSUD Bangkalan Resmi Miliki Fasilitas Layanan Hemodialisa

  • 25 Mei 2026 16:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Bangkalan - RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh Bangkalan resmi mengoperasikan ruang Hemodialisa (HD) terbaru, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Bangkalan dan sekitarnya. Khususnya bagi pasien dengan penyakit ginjal yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim meresmikan operasional fasilitas dan layanan bagi pasien cuci darah ini, Senin 25 Mei 2026. Ia menjelaskan, fasilitas dengan peralatan kesehatan yang modern ini, sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Ini dalam upaya kita dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan. Bahwa di kita ternyata banyak warga atau masyarakat yang membutuhkan pelayanan untuk cuci darah," ujarnya.

Dengan penambahan jumlah perangkat cuci darah ini, semakin meningkatkan pelayanan kesehatan. Sehingga jumlah pasien yang tertangani dapat lebih banyak, dengan waktu daftar tunggu relatif berkurang.

"Penambahan unit alat, supaya pelayanan ini lebih maksimal karena banyak yang antri untuk cuci darah, sehingga RSUD kemudian menambah lagi unit mesin untuk bisa melayani lebih banyak lagi pasien yang membutuhkan cuci darah," ucapnya.

Dokter Penanggung Jawab Unit Dialisis Rosidah Fajariya menuturkan, dengan penambahan alkes mesin cuci darah ini, akan memotong daftar tunggu pasien. Meskipun penambahan ini masih jauh dari kata idel, dibandingkan dengan jumlah pasien yang perlu mendapat perawatan.

"Kita pernah coba menghitung, jumlah pasien yang butuh cuci darah kita butuh sekitar 170an mesin, cuma kita disini baru ada 20 mesin. Jadi sebenarnya dengan 20 mesin, kita masih kurang sebenarnya. Cuma ini kan nggak bisa langsung nambah-nambah seperti itu," tuturnya.

Fasilitas dan perangkat cuci darah ini berkolaborasi dengan Tawada Healthcare, salah satu perusahaan penyedia alat kesehatan di Indonesia. Regional Manager Tawada Healthcare, Joko Waloya berharap, tambahan alkes ini dapat memotong daftar tunggu layanan cuci darah di Bangkalan.

"Bangkalan ini, itu case-nya sampai saat ini di ruang demobilisa kalau tadi saya survei di ruangan itu sampai tiga sift, jadi biasanya kalau yang biasa-biasa ya dua sift cukup, tetapi ini sampai tiga shift. Di sini tentunya tadi ada beberapa pasien yang daftar tunggu. Jadi kalau daftar tunggu itu berarti alat harusnya masih kurang," ujarnya.

Mengusung tema “Mengalirkan Harapan, Menjaga Kehidupan”, kehadiran ruang Hemodialisa ini diharapkan dapat memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih optimal, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Madura, khususnya pasien gagal ginjal yang memerlukan terapi hemodialisa secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....