Jawa Timur Masuk Daerah Kasus HIV Tertinggi Nasional

  • 09 Jun 2026 10:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Jawa Timur menjadi salah satu dari 11 provinsi dengan jumlah kasus HIV tertinggi di Indonesia hingga 2025. Kondisi ini menempatkan provinsi tersebut dalam kategori wilayah dengan beban epidemi yang signifikan di tingkat nasional.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hingga 2025 terdapat sekitar 564.000 orang hidup dengan HIV di Indonesia. Namun, baru sekitar 63 persen yang mengetahui statusnya sehingga masih banyak kasus yang belum terdeteksi.

“Ini menunjukkan masih banyak penderita HIV yang belum terjangkau layanan kesehatan secara optimal,” ujar Budi Setiyono, Sekretaris Kemendukbangga dalam siaran pers, Selasa 9 Juni 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 67 persen menjalani terapi antiretroviral (ARV). Sementara itu, hanya sekitar 55 persen yang berhasil mencapai supresi virus (jumlah virus dalam darah dapat ditekan).

Jawa Timur bersama sejumlah provinsi lain seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan konsentrasi kasus tertinggi. Tingginya mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi disebut menjadi faktor yang mempercepat penyebaran HIV.

“Banyak orang tidak menyadari dirinya terinfeksi karena HIV bisa berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun,” kata Budi.

Menurut Budi, epidemi HIV di Indonesia cenderung berkembang tanpa gejala dalam waktu lama. Kondisi ini menyebabkan banyak penderita baru terdiagnosis ketika sudah berada pada stadium lanjut.

Kasus di berbagai rumah sakit menunjukkan pasien sering baru mengetahui status HIV setelah mengalami penyakit berat. Hal ini membuat penanganan menjadi lebih sulit serta meningkatkan risiko komplikasi.

“Stigma di masyarakat masih menjadi hambatan besar karena membuat orang takut untuk melakukan tes dan menjalani pengobatan,” ujarnya.

Selain itu, stigma sosial masih menjadi hambatan utama dalam upaya penanggulangan HIV di masyarakat. Banyak orang enggan melakukan tes karena takut dikucilkan atau kehilangan pekerjaan.

Kelompok usia produktif menjadi yang paling terdampak dalam epidemi ini. Sekitar 74 persen kasus HIV ditemukan pada rentang usia 25 hingga 49 tahun.

“Semakin cepat seseorang mengetahui statusnya, semakin besar peluang untuk hidup sehat dan mencegah penularan,” kata Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....