BPJS Kesehatan Dukung Layanan Rumah Sakit Terapung Airlangga
- 12 Jul 2026 17:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - BPJS Kesehatan menyatakan dukungan terhadap operasional Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) yang akan memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah pulau terpencil di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kapal rumah sakit tersebut dijadwalkan melayani masyarakat di Pulau Bluto, Karamian, Raas, dan Masalembu.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menjelaskan, dukungan tersebut diwujudkan melalui skema kerja sama pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dengan kerja sama itu, pelayanan kesehatan yang diberikan RSTKA di wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memenuhi syarat dapat diklaim kepada BPJS Kesehatan.
"Apabila kapal ini berlayar ke daerah tersebut dan memberikan pelayanan kesehatan, maka dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga pembiayaannya bisa diklaim ke BPJS Kesehatan," kata Prihati, Minggu 12 Juli 2026.
Prihati menjelaskan masih terdapat sejumlah wilayah yang berstatus Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan yang Memenuhi Syarat (DBTFMS). Pada 2025 terdapat 500 titik DBTFMS, sedangkan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 600 titik, termasuk empat pulau yang akan dilayani RSTKA.
"Semoga pelayanan dan pembiayaan kesehatan dapat semakin merata diterima warga peserta JKN yang berada di pulau-pulau terluar. Program ini juga menjadi salah satu quick win direksi baru melalui JKN 3T, yakni Jaminan Kesehatan Nasional di daerah terluar, terpencil, dan tertinggal," ujar Prihati.
Direktur Utama Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga, Dr. Agus Harianto menjelaskan, selama pelayaran, RSTKA akan menghadirkan layanan kesehatan spesialistik sesuai kebutuhan masyarakat kepulauan. Kapal tersebut juga dilengkapi kamar operasi untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan bedah.
"Sesuai permintaan masyarakat di kepulauan, kali ini kami membawa dokter spesialis bedah, penyakit dalam, pediatri atau anak, mata, gigi, dan dokter kandungan. Tidak menutup kemungkinan apabila ada kasus yang membutuhkan operasi, tindakan dapat dilakukan di kamar operasi yang tersedia di kapal," kata dr. Agus.
Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga telah melayani masyarakat kepulauan sejak 2017 dengan menghadirkan berbagai layanan kesehatan spesialistik. Kehadiran kapal tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan darat.
"Sejak tahun 2017 hingga sekarang sudah ada sekitar 100 bayi yang dilahirkan melalui operasi sesar di kapal ini," kata Agus. Rumah Sakit Terapung ini akan beroperasi pada 12–25 Juli 2026 dengan mengusung tema 'Bersama Membangun Generasi Sehat'.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....