Kesehatan Mental Jadi Kunci Lansia Sehat
- 08 Jun 2026 05:41 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kesehatan lansia tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh kesehatan mental dan dukungan keluarga. Hal itu mengemuka dalam program siaran Apresiasi Budaya RRI Surabaya bertema Bagas Waras Ing Adi Yuswa yang disiarkan pada Minggu 7 Juni 2026 dengan menghadirkan pemerhati kesehatan lansia, Vivi dan Wenas.
Dalam dialog tersebut, Wenas menjelaskan bahwa tubuh manusia membutuhkan keseimbangan antara kesehatan fisik, emosi, dan pikiran. Menurutnya, berbagai gangguan kesehatan dapat muncul ketika seseorang menyimpan beban mental atau trauma yang tidak terselesaikan.
Ia mengajak masyarakat, khususnya lansia, untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih tenang melalui doa, meditasi, dan rasa syukur. Langkah tersebut dinilai dapat membantu seseorang lebih mengenali kondisi dirinya sekaligus menjaga stabilitas kesehatan secara menyeluruh.
“Kita harus dengan pengetahuan menghilangkan rasa mental penyakit mental tersebut,” ujar Wenas saat menjelaskan pentingnya pengelolaan kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Vivi menilai setiap orang memiliki pengalaman hidup yang dapat meninggalkan luka emosional. Menurutnya, kenangan atau peristiwa yang menyakitkan memang tidak selalu hilang sepenuhnya, namun dapat dikelola agar tidak mengganggu aktivitas dan kesehatan seseorang.
“Kalau ngomong soal penyakit mental, itu pasti karena hal-hal yang buruk di masa lalu. Paling hanya terpendam di hati yang paling dalam,” kata Vivi.
Pembahasan kemudian mengarah pada pentingnya peran keluarga dalam mendampingi lansia. Narasumber menekankan bahwa perhatian sederhana, seperti menanyakan kondisi orang tua, menemani beraktivitas, hingga mendengarkan keluh kesah mereka, dapat memberikan dampak besar terhadap proses pemulihan dan kualitas hidup lansia.
Wenas menegaskan bahwa terapi bagi lansia tidak selalu identik dengan tindakan medis. Menurutnya, dukungan emosional dari keluarga justru menjadi salah satu faktor utama yang membantu menjaga semangat hidup orang tua. “Kasih sayang, perhatian nomor satu untuk orang tua,” ujarnya.
Selain dukungan keluarga, lansia juga dianjurkan tetap aktif bergerak sesuai kemampuan fisik masing-masing. Aktivitas ringan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kekuatan otot, keseimbangan tubuh, serta mengurangi risiko penurunan fungsi gerak pada usia lanjut. Melalui pendekatan fisik, mental, dan sosial yang seimbang, lansia diharapkan dapat menjalani masa senja dengan lebih sehat, mandiri, dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....