Kemenkes: International Nursing Conference, Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi

  • 12 Jul 2026 20:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Ditjen SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Ana Kurniati, mengapresiasi penyelenggaraan International Nursing Conference 2026 yang digelar Universitas Airlangga. Menurutnya, konferensi tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan berbagai universitas bereputasi internasional.

Ana mengatakan keterlibatan akademisi dari berbagai negara menjadi nilai tambah dalam membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang lebih berkualitas. Kehadiran para pembicara internasional secara langsung juga menunjukkan kerja sama yang telah terjalin dengan baik.

"Saya sangat menyambut baik seminar semacam ini. Apalagi tidak hanya melibatkan akademisi dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai universitas bereputasi di luar negeri," ujar Ana, Minggu, 12 Juli 2026.

Ia menilai Universitas Airlangga berhasil membangun jejaring kemitraan yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia.

"Kolaboratif partner Universitas Airlangga sudah sangat baik. Kolaborasi dalam negeri ada, dan di tingkat internasional juga sangat banyak," katanya.

Menurut Ana, membangun ekosistem pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi lintas perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra internasional agar mampu menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang unggul.

"Ekosistem pendidikan tidak bisa dibangun hanya oleh satu institusi. Kolaborasi menjadi kunci agar pendidikan terus berkembang dan mampu menjawab tantangan global," ucapnya.

Ana juga menilai tema yang diangkat dalam International Nursing Conference 2026 sangat relevan dengan kondisi sektor kesehatan saat ini. Pembahasan mengenai transformasi pendidikan dan layanan kesehatan dinilai sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan.

"Kalau melihat temanya, ini sudah sangat relevan dengan situasi sekarang. Memang sudah waktunya kita melakukan transformasi di Kementerian Kesehatan," kata Ana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....