Ahli Gizi Ingatkan Batas Konsumsi Daging Kurban

  • 28 Mei 2026 11:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Konsumsi daging kurban saat Iduladha perlu tetap diperhatikan agar tidak berlebihan dan memicu gangguan kesehatan. Masyarakat diimbau menjaga pola makan seimbang meski stok daging melimpah selama perayaan Iduladha.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kota Surabaya, Dr. Laili Rahmawati saat diwawancarai RRI Surabaya, Kamis, 28 Mei 2026, mengatakan konsumsi daging sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan usia. “Anak-anak disarankan sekitar 35 gram dalam sekali makan, sedangkan orang dewasa sekitar 50 gram,” ujarnya.

Menurutnya, kelompok lanjut usia juga perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging kurban, terutama bagian yang berlemak. “Lansia sebaiknya mengurangi bagian berlemak dan membatasi penggunaan santan berlebihan dalam olahan makanan,” katanya.

Selain memperhatikan jumlah konsumsi, masyarakat juga diimbau memilih cara pengolahan yang lebih sehat seperti direbus, dipanggang, atau dijadikan sup dibanding diolah dengan terlalu banyak minyak dan santan. Konsumsi daging juga perlu diimbangi dengan sayur dan buah yang mengandung serat untuk membantu metabolisme tubuh tetap baik.

Laili menambahkan, penanganan daging kurban juga perlu diperhatikan agar kualitasnya tetap terjaga selama penyimpanan. Menurutnya, daging mentah sebaiknya tidak langsung dicuci sebelum disimpan karena kondisi lembap dapat memicu pertumbuhan mikroba dan mempercepat kerusakan.

“Jika daging terlihat kotor, cukup dibersihkan menggunakan tisu dapur bersih, bukan dicuci sebelum disimpan,” ucapnya.

Daging juga dianjurkan dipotong sesuai porsi kebutuhan lalu dikemas menggunakan plastik food grade atau vacuum pack agar lebih higienis. Selain itu, penyimpanan daging dan jeroan sebaiknya dipisahkan untuk menjaga kualitas bahan pangan tetap baik.

Dalam kondisi freezer yang bersih dan suhu stabil, daging kurban disebut dapat bertahan hingga sekitar empat sampai 12 bulan. Masyarakat diharapkan tidak hanya memperhatikan jumlah konsumsi, tetapi juga cara pengolahan dan penyimpanan daging agar tetap aman serta sehat dikonsumsi selama momentum Idul Adha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....