Penyakit ALS Sebabkan Kelumpuhan Otot Secara Bertahap

  • 19 Mei 2026 08:26 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Amyotrophic Lateral Sclerosis atau ALS merupakan penyakit saraf progresif yang menyerang sel saraf pengendali gerakan otot. Penyakit ini membuat otot tubuh melemah secara perlahan hingga penderitanya kesulitan bergerak, berbicara, menelan, dan bernapas. ALS juga dikenal sebagai Lou Gehrig’s disease, diambil dari nama atlet baseball Amerika Serikat yang pernah mengidap penyakit tersebut.

Dilansir dari mayoclinic.org, ALS terjadi akibat kerusakan neuron motorik di otak dan sumsum tulang belakang. Kerusakan tersebut menyebabkan sinyal dari otak menuju otot tidak berjalan normal. Akibatnya, otot tubuh perlahan kehilangan fungsi dan mengalami penyusutan.

Gejala awal ALS umumnya berupa kelemahan pada tangan, kaki, atau bagian tubuh tertentu. Penderita juga dapat mengalami kram, kedutan otot, bicara pelo, hingga kesulitan menelan makanan. Dalam banyak kasus, gejala berkembang secara perlahan dan semakin memburuk seiring waktu.

Dilansir dari my.clevelandclinic.org, penyakit ALS dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penderita bisa mengalami kesulitan berjalan, menulis, mengangkat barang, hingga bernapas tanpa bantuan alat medis. Meski menyerang sistem gerak, ALS umumnya tidak memengaruhi indra penglihatan maupun pendengaran.

Penyebab pasti ALS hingga kini masih belum diketahui secara jelas. Namun, para peneliti menduga faktor genetik dan lingkungan memiliki peran dalam munculnya penyakit tersebut. Sekitar 10 persen kasus ALS diketahui diturunkan dari anggota keluarga, sementara sisanya muncul secara sporadis tanpa riwayat keturunan.

Beberapa faktor risiko disebut dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena ALS. Faktor tersebut antara lain usia lanjut, kebiasaan merokok, serta paparan zat beracun tertentu. Penyakit ini paling sering ditemukan pada usia 40 hingga 70 tahun, meski dapat terjadi pada usia yang lebih muda.

Untuk memastikan diagnosis ALS, dokter biasanya melakukan pemeriksaan saraf dan otot secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut dapat meliputi MRI, elektromiografi atau EMG, tes darah, hingga pemeriksaan cairan tulang belakang. Langkah ini dilakukan untuk membedakan ALS dengan penyakit saraf lain yang memiliki gejala serupa.

Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan ALS sepenuhnya. Pengobatan yang diberikan bertujuan memperlambat perkembangan penyakit dan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Terapi fisik, bantuan pernapasan, dan pemberian obat tertentu menjadi bagian penting dalam penanganan penyakit ALS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....