Diet Anti Inflamasi untuk Autoimun

  • 18 Mei 2026 13:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pola makan sehat berbasis anti inflamasi dinilai memiliki peran penting dalam membantu mengendalikan penyakit autoimun. Hal tersebut diungkapkan dalam dialog Kesehatan di RRI Surabaya dengan tema “ Diet Anti Inflamasi Untuk Autoimun” yang disampaikan oleh Alma Maghfirotun Inayah, S.Gz., M.Biomed dari RSUD Karsa Husada Batu.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa penyakit autoimun merupakan kondisi ketika istem kekebalan tubuh gagal membedakan antara jaringan tubuh sendiri dan zat asing, sehingga sistem imun justru menyerang sel dan organ tubuh. Kondisi tersebut dapat menimbulkan inflamasi kronis, kerusakan jaringan, hingga gangguan pada berbagai organ tubuh. Penyakit autoimun juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetik, lingkungan, hormonal, hingga gaya hidup yang kurang sehat.

Beberapa contoh penyakit autoimun yang umum ditemukan di antaranya Rheumatoid Arthritis, Systemic Lupus Erythematosus atau SLE, Multiple Sclerosis, hingga Diabetes Mellitus Tipe 1. Dalam pemaparannya, kondisi inflamasi yang terjadi pada penderita autoimun dapat diperburuk oleh pola makan yang tidak sehat dan konsumsi makanan yang memicu peradangan dalam tubuh.

Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa diet inflamasi merupakan pola makan yang memanfaatkan berbagai jenis makanan alami untuk membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Diet ini umumnya mengutamakan konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan berlemak kaya omega-3, makanan fermentasi, hingga rempah-rempah alami yang memiliki kandungan antioksidan tinggi.

Sebaliknya, konsumsi makanan ultra proses, daging olahan, minuman manis, dan lemak jenuh dianjurkan untuk dibatasi karena dapat meningkatkan inflamasi. Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak bahan pangan lokal berpotensi menjadi sumber makanan anti inflamasi, seperti kunyit, jahe merah, temulawak, bawang putih, hingga tempe.

Kandungan senyawa aktif seperti kurikumin, gingerol, dan alicin diketahui memiliki manfaat sebagai antioksidan sekaligus membantu mengurangi proses peradangan di dalam tubuh. Selain itu, ikan lokal seperti ikan kembung, ikan sarden, dan ikan teri juga kaya akan omega-3 yang yang baik untuk Kesehatan tubuh.

Selain rempah dan sumber protein sehat, sayuran hijau dan buah-buahan lokal juga dianjurkan dalam pola makan anti inflamasi. Bayam, kangkung, tomat, alpukat, hingga papaya disebut memiliki kandungan antioksidan yang dapat membantu menurunkan marker inflamasi dalam tubuh. Konsumsi makanan alami secara rutin dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas Kesehatan penderita autoimun apabila dilakukan secara konsisten dan seimbang.

Dalam dialog Kesehatan tersebut juga dijelaskan contoh pola makan harian berbasis pangan lokal anti inflamasi, seperti nasi merah, tumis bayam bawang putih, ikan berbumbu kunyit, hingga minuman herbal empon-empon tanpa gula. Menurutnya, pola makan sehat tidak hanya berfokus pada satu jenis jenis makanan tertentu, tetapi perlu diterapkan secara menyeluruh dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir dialognya masyarakat diingatkan untuk mulai membantu konsumsi makanan pemicu inflamasi seperti gorengan, minuman bersoda, makanan cepat saji, margarin, hingga makanan tinggi gula. Dengan menerapkan pola makan sehat dan seimbang, diharapkan dapat menjaga Kesehatan tubuh sekaligus membantu mengurangi risiko peradangan kronis yang berkaitan dengan penyakit autoimun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....