Pakar FK UNAIR Paparkan Bahaya dan Pencegahan Hantavirus

  • 14 Mei 2026 20:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Airlangga mengedukasi masyarakat terkait meningkatnya perhatian terhadap Hantavirus. Edukasi disampaikan Pakar Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR, Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan dini.

Agung menjelaskan Hantavirus merupakan virus RNA. Virus ini ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus liar.

Penularan pada manusia umumnya melalui inhalasi aerosol. Sumbernya berasal dari urin, feses, atau saliva tikus terinfeksi.

Agung, Kamis, 14 Mei 2026, menjelaskan Hantavirus memiliki dua manifestasi klinis utama. Keduanya adalah gangguan ginjal dan gangguan pernapasan yang berisiko fatal.

“Penularan antarmanusia sangat jarang, tetapi kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujar Agung. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari sarang tikus.

Menurutnya, pencegahan utama dilakukan melalui pengendalian rodensia. Langkah pertama adalah inspeksi rutin untuk menutup akses masuk tikus.

Selain itu, lingkungan berisiko perlu didisinfeksi secara berkala. Disinfeksi dapat menggunakan klorin 0,1 persen atau desinfektan standar.

Penggunaan alat pelindung diri juga penting bagi tenaga kesehatan. APD diperlukan saat menangani pasien yang diduga terinfeksi Hantavirus.

“Edukasi masyarakat sangat penting untuk mencegah paparan langsung,” katanya. Khususnya pada debu atau area yang terkontaminasi kotoran tikus.

FK UNAIR terus proaktif melakukan surveilans dan pelaporan kasus. Langkah ini mendukung pengendalian penyakit menular di masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan. Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala setelah kontak dengan tikus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....