Pemkot Surabaya Perkuat Tracing TBC, 44 Ribu Suspek Telah Diperiksa
- 11 Jun 2026 10:46 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Berdasarkan data Januari hingga Mei 2026, sebanyak 44.088 suspek telah diperiksa dari target 61.624 orang. Capaian tersebut setara 71,54 persen dari target penemuan suspek TBC yang ditetapkan pemerintah pusat.
- Saat ini sebanyak 4.166 pasien menjalani pengobatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan Kota Surabaya. Untuk TBC sensitif obat, sebanyak 3.443 pasien atau 84,43 persen telah memulai terapi.
- Tingkat keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat di Surabaya mencapai 89,36 persen hingga Mei 2026. Sementara angka kematian pasien selama pengobatan tercatat sebesar 1,80 persen berdasarkan laporan Dinkes.
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis melalui tracing dan screening rutin di berbagai wilayah. Hingga Mei 2026, capaian pemeriksaan suspek TBC menunjukkan perkembangan signifikan mendukung target eliminasi nasional tahun 2030.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan terdapat lima area fokus pemeriksaan setiap pekan. "Kita punya kegiatan untuk tracing dan screening di lima area yang setiap minggu dilakukan," ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.
Billy menjelaskan tracing dilakukan kepada warga yang memiliki kontak erat dengan pasien tuberkulosis aktif. "Sedangkan screening menyasar yang tidak bergejala dan tidak pernah kontak juga," katanya menjelaskan.
Berdasarkan data Januari hingga Mei 2026, sebanyak 44.088 suspek telah diperiksa dari target 61.624 orang. Capaian tersebut setara 71,54 persen dari target penemuan suspek TBC yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sementara itu, skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau mencapai 45,78 persen dari target tahunan. Pemerintah menargetkan sedikitnya lima puluh persen penduduk Surabaya menjalani skrining tuberkulosis selama tahun 2026.
Dari estimasi 11.412 kasus TBC tahun 2026, sebanyak 4.191 kasus berhasil ditemukan di Surabaya. Jumlah tersebut terdiri 4.078 kasus sensitif obat dan 113 kasus resistan obat terkonfirmasi.
Saat ini sebanyak 4.166 pasien menjalani pengobatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan Kota Surabaya. Untuk TBC sensitif obat, sebanyak 3.443 pasien atau 84,43 persen telah memulai terapi.
Sedangkan dari 113 kasus TBC resistan obat, sebanyak 90 pasien telah menjalani pengobatan. Persentasenya mencapai 79,65 persen dengan pemantauan ketat oleh tenaga kesehatan di seluruh fasilitas.
Tingkat keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat di Surabaya mencapai 89,36 persen hingga Mei 2026. Sementara angka kematian pasien selama pengobatan tercatat sebesar 1,80 persen berdasarkan laporan Dinkes.
Selain itu, sebanyak 2.461 investigasi kontak telah dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit tuberkulosis. Sebanyak 2.729 warga juga menerima terapi pencegahan bagi kontak serumah berisiko tinggi.
Menurut Billy, capaian tersebut menunjukkan perkembangan cukup signifikan dibandingkan target yang diberikan Kementerian Kesehatan. "Sampai bulan Mei kemarin kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap sekitar 50 persen lebih," ungkapnya.
Kegiatan tracing dan screening juga dilakukan di Puskesmas Sawah Pulo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Dinkes melibatkan Fakultas Kedokteran Unair, dokter spesialis paru, dan enam residen paru berpengalaman.
Selain dukungan tenaga medis, pemeriksaan memanfaatkan teknologi baru menggunakan sampel saliva untuk deteksi. "Kalau selama ini harus pakai dahak, sekarang cukup air liur saja," jelas dr. Billy.
Billy berharap seluruh upaya tersebut mampu mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030. "Kita harapkan target dari Kementerian Kesehatan bisa tercapai sehingga eliminasi TB terwujud," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....