Dosen UNAIR Ungkap Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

  • 18 Jun 2026 05:24 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Penggunaan rokok elektrik di masyarakat terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, Kurnia Dwi Artanti, menyebut bahaya penggunaan rokok elektrik bagi kesehatan.

Kurnia Dwi Artanti, mengatakan masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru terkait rokok elektrik. "Sering kali masyarakat mengatakan bahwa rokok elektrik itu aman. Padahal, persepsi tersebut salah," kata Kurnia, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurutnya, anggapan bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok konvensional justru berpotensi meningkatkan jumlah penggunanya. Karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat.

Kurnia menjelaskan berbagai pihak kini semakin memberikan perhatian terhadap perkembangan penggunaan rokok elektrik. Hal itu terlihat dari keterlibatan peneliti, tenaga kesehatan, hingga pemerintah daerah dalam berbagai forum pembahasan kesehatan."

Ia menegaskan, hasil kajian dan regulasi terbaru menunjukkan bahwa rokok elektrik tetap memiliki risiko bagi kesehatan. Karena itu, produk tersebut tidak bisa dianggap sebagai alternatif yang aman.

"Kita sepakat bahwa dalam Undang-Undang Kesehatan terbaru maupun peraturan pemerintah terbaru, rokok elektrik harus dikendalikan," ucapnya K.urnia menambahkan, regulasi nasional telah menempatkan rokok elektrik dalam kategori yang sama dengan rokok konvensional.

Keduanya dinilai memiliki dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. "Rokok elektrik masuk ke dalam kategori yang sama berbahayanya dengan rokok konvensional," katanya.

Ia berharap penguatan regulasi dan edukasi publik dapat menekan peningkatan penggunaan rokok elektrik. Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi masyarakat dari risiko penyakit akibat produk tembakau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....