Epidemiolog UNAIR: Hantavirus Bukan Penyakit Baru di Indonesia

  • 12 Mei 2026 22:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kemunculan kasus Hantavirus kembali menjadi perhatian setelah meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis. Penyakit ini dinilai bukan hal baru di Indonesia, karena jejak penularannya telah terdeteksi sejak puluhan tahun lalu.

Epidemiolog Universitas Airlangga, Dr. Windhu Purnomo, menjelaskan tikus merupakan reservoir berbagai penyakit menular yang berpotensi membahayakan manusia. Hewan pengerat itu membawa banyak agen penyakit melalui kotoran, urine, maupun air liurnya.

“Tikus itu jadi reservoir dari berbagai macam penyakit, banyak sekali yang dibawa oleh tikus itu. Jadi tikus itu memang hewan kotor,” ujar Windhu, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia mencontohkan sejumlah penyakit yang ditularkan tikus, mulai dari Pes hingga Leptospirosis. Penyakit pes bahkan pernah menimbulkan pandemi besar pada abad ke-14 dan menewaskan jutaan penduduk Eropa.

“Seperti penyakit pes itu, dulu di abad ke-14 malah menghabiskan separuh populasi Eropa,” katanya. Di Indonesia, kata Windhu, penyakit yang paling sering muncul akibat paparan tikus adalah leptospirosis.

Kasus ini umumnya meningkat saat musim hujan, terutama ketika banjir dan genangan air bercampur dengan urine tikus yang membawa bakteri leptospira. Selain itu, hantavirus juga dapat menular melalui kotoran, urine, dan air liur tikus.

Penularan bisa terjadi ketika kotoran tikus mencemari tanah, mengering menjadi debu, lalu terhirup manusia. “Kalau kotoran tikus mengenai tanah, kemudian tanahnya mengering, menjadi debu, dan terhisap orang bisa kena,” katanya.

Windhu menilai kondisi sanitasi di Indonesia yang masih kurang baik menjadi faktor risiko tingginya penyakit yang ditularkan tikus. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap kebersihan lingkungan dan pengendalian populasi tikus.

Ia menegaskan, hantavirus sebenarnya telah dikenali di Indonesia sejak lama. Berdasarkan pemeriksaan serologis, paparan virus ini sudah ditemukan pada masyarakat Indonesia sejak 1991.

“Hantavirus ini bukan penyakit baru. Meskipun termasuk emerging disease, tapi bukan baru di Indonesia,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....