Menulis di Kertas atau Mengetik di HP, Mana yg Bagus untuk Otak?
- 06 Mei 2026 11:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Di era digital yang serba cepat ini, hampir semua aktivitas menulis telah beralih dari kertas ke layar ponsel atau laptop. Namun, pertanyaan menarik muncul: apakah mengetik di ponsel sama baiknya untuk otak dibandingkan menulis manual di kertas? Para ahli saraf pun melakukan penelitian untuk mengungkap mana yang lebih unggul bagi kesehatan kognitif manusia.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Life (2025) menegaskan bahwa menulis tangan melibatkan aktivitas otak yang jauh lebih kompleks dibandingkan mengetik. Dalam ringkasan studinya disebutkan bahwa "handwriting activates a broader network of brain regions," yang berarti aktivitas ini merangsang lebih banyak area otak yang berkaitan dengan motorik, sensorik, dan kognitif sekaligus.
Aktivitas menulis manual membuat berbagai bagian otak bekerja secara simultan, tidak seperti mengetik yang cenderung lebih sederhana.
Studi neuropsikologi yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology (2024) menemukan temuan yang lebih mencengangkan lagi. Penelitian yang melibatkan 36 mahasiswa dengan menggunakan topi EEG berisi 256 elektroda tersebut menemukan bahwa "handwriting leads to widespread brain connectivity".
Artinya, menulis dengan tangan meningkatkan konektivitas antar bagian otak yang penting untuk proses belajar dan pembentukan memori jangka panjang. Sementara saat mengetik, konektivitas jaringan otak ini jauh lebih lemah atau bahkan tidak terbentuk sama sekali.
Dari sisi pembelajaran, menulis tangan memiliki keunggulan yang tidak bisa diabaikan. Penelitian dalam Learning and Instruction (2025) menunjukkan bahwa menulis dengan tangan sangat berperan penting dalam membangun representasi kata dan pemahaman bahasa. Proses membentuk huruf satu per satu memaksa otak untuk lebih aktif dan mendalam dalam memproses informasi. Hal ini berbeda dengan mengetik yang sering membuat orang hanya menyalin tanpa benar-benar memahami materi.
| Baca juga: Hidup Lebih Sehat dengan Bersyukur |
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan melalui laman resmi keslan.kemkes.go.id turut mengingatkan pentingnya aktivitas fisik dan kognitif yang terintegrasi untuk menjaga kesehatan otak. Menulis tangan yang melibatkan gerakan motorik halus dan koordinasi mata-tangan merupakan bentuk latihan kognitif alami yang sangat bermanfaat.
Aktivitas ini membantu menjaga fungsi otak tetap aktif, terutama jika dilakukan secara rutin sejak usia dini hingga lanjut usia.
Dalam konteks pendidikan dan pengembangan kognitif anak, temuan ini memiliki implikasi yang sangat penting. Riset kolaboratif antara Unika Atma Jaya, Sinar Dunia (SiDU), dan Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) yang melibatkan 2.293 siswa menemukan bahwa 81 persen peserta didik mengalami peningkatan kemampuan literasi setelah mengikuti aktivitas menulis di atas kertas.
Kemampuan pemahaman bacaan, struktur tulisan, dan berpikir kritis meningkat secara signifikan berkat kebiasaan menulis manual.
Meskipun demikian, bukan berarti mengetik tidak memiliki kelebihan sama sekali. Untuk keperluan menulis cepat, panjang, serta berbagi dan berkolaborasi secara digital, keyboard tetap unggul dalam hal kecepatan, kemudahan, dan efisiensi. Namun untuk tujuan pembelajaran, mencatat materi pelajaran, serta menghafal informasi penting, tulisan tangan terbukti lebih efektif.
Para ahli menyarankan penggunaan kedua metode ini secara bijak sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya masing-masing.
Kesimpulannya, jika Anda benar-benar ingin sesuatu "melekat" di ingatan, ada alasan neuropsikologis yang kuat untuk memegang pulpen. Menulis tangan bukan sekadar aktivitas nostalgia, melainkan latihan otak yang sangat bermanfaat untuk menjaga fungsi kognitif dan memori jangka panjang. Jadi, meskipun ponsel dan laptop sangat membantu, jangan tinggalkan sepenuhnya kebiasaan menulis di kertas. Otak Anda akan berterima kasih untuk itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....