SMPN 1 Surabaya Gelar Skrining Kesehatan Siswa
- 16 Apr 2026 18:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Skrining kesehatan siswa menjadi langkah penting untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan, mulai dari gizi, fisik, hingga kesehatan mental. Kegiatan ini berdampak besar dalam mencegah penyakit berkembang lebih lanjut serta membantu siswa menjaga kondisi tubuh tetap optimal sehingga mendukung proses belajar di sekolah.
Kamis, 16 April 2026, SMPN 1 Surabaya menggelar kegiatan cek kesehatan bagi seluruh siswa bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya melalui UPTD Puskesmas Ketabang. Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa yang mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dengan tertib.
Salah satu siswa kelas 7B, Aurora, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Saya senang ikut kegiatan ini karena bisa tahu kondisi kesehatan saya. Tadi juga disuruh isi data seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar pinggang,” ujarnya.
Selain pengisian data fisik melalui formulir kertas, siswa juga diminta mengisi Google Form yang berisi pertanyaan terkait riwayat penyakit keluarga serta kebiasaan sehari-hari yang berhubungan dengan kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan siswa.
Dalam pelaksanaannya, siswa menjalani berbagai pemeriksaan seperti cek tekanan darah, pemeriksaan gigi, tes buta warna, serta pemeriksaan mata. Seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Ketabang secara profesional dan terstruktur.
Dokter Arie Trisandy menjelaskan bahwa skrining kesehatan siswa di Surabaya merupakan program rutin dari pemerintah kota. “Skrining kesehatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Surabaya melalui puskesmas setempat, dilakukan secara gratis dan rutin satu kali dalam setahun untuk mendeteksi dini masalah kesehatan siswa,” jelasnya.
Program yang dikenal sebagai Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) atau Penjaringan Kesehatan ini menyasar siswa dari jenjang SD/MI hingga SMA/MA/SMK dengan rentang usia 7 hingga 17 tahun. Pelaksanaannya umumnya dilakukan setiap awal tahun ajaran baru, sekitar bulan Juli hingga Agustus, bekerja sama dengan tim UKS di masing-masing sekolah.
Melalui kegiatan ini, berbagai aspek kesehatan diperiksa, meliputi kondisi fisik dan gizi seperti tinggi dan berat badan, kesehatan indera seperti mata dan telinga, kesehatan gigi dan mulut, hingga kesehatan umum dan mental termasuk tekanan darah, kadar hemoglobin, perilaku merokok, serta deteksi penyakit infeksi seperti tuberkulosis. Program ini diharapkan mampu menciptakan generasi siswa yang sehat dan siap belajar secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....