Amankah Meminum Air Es Saat Flu?
- 07 Apr 2026 12:37 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Di kala flu sedang melanda, larangan untuk tidak minum air es atau minuman dingin seringkali menjadi nasihat turun-temurun yang dipercaya banyak orang. Namun, benarkah anggapan bahwa minum es dapat memperburuk flu atau justru tidak berpengaruh sama sekali terhadap proses penyembuhan?
Para ahli kesehatan pun angkat bicara untuk meluruskan mitos yang telah lama berkembang di masyarakat ini.
Melansir situs ayosehat.kemkes.go.id, perlu dipahami bahwa flu atau influenza sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus, bukan oleh suhu dingin dari minuman yang dikonsumsi . Virus influenza dan lebih dari 100 jenis virus lainnya penyebab selesma (common cold) menyebar melalui udara saat penderita batuk atau bersin, serta melalui kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi .
Dengan demikian, minum air es atau makan es krim tidak secara otomatis menyebabkan seseorang terkena flu karena faktor utama penularannya adalah virus dan daya tahan tubuh.
Meskipun bukan penyebab langsung, minum air es saat flu tetap memiliki dampak terhadap mekanisme pertahanan saluran napas. Suhu dingin dari es dapat mengganggu gerakan silia (bulu getar) di saluran napas yang berfungsi menyapu lendir, serta menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) sehingga pasokan darah untuk sistem imunitas berkurang .
Kondisi inilah yang membuat tubuh lebih rentan dan berpotensi memperparah gejala flu yang sudah ada, terutama pada anak-anak yang sistem pertahanannya belum sematang orang dewasa.
Namun, beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa minuman dingin dapat memberikan efek positif bagi penderita flu. Air dingin atau es yang meleleh di mulut dapat membantu hidrasi tubuh sekaligus memberikan efek mati rasa sementara pada tenggorokan yang sedang meradang.
Sensasi dingin ini mampu meredakan nyeri saat menelan dengan mengaktifkan reseptor saraf tertentu yang disebut transient receptor potential melastatin 8, sehingga penderita merasa lebih nyaman.
Kunci utamanya adalah memastikan kebersihan air yang digunakan untuk membuat es batu. Jika es dibuat dari air mentah atau tidak bersih, bakteri dan kuman di dalamnya justru dapat menyebabkan iritasi tambahan pada tenggorokan serta memperparah penumpukan lendir di hidung .
Masyarakat yang tetap ingin mengonsumsi air dingin saat flu disarankan membuat es sendiri di rumah menggunakan air matang yang benar-benar bersih, atau membeli es dari penjual yang terjamin kebersihan proses pembuatannya.
Bagi penderita flu dengan saluran napas yang hipersensitif, seperti penderita asma atau alergi dingin, sebaiknya menghindari konsumsi air es karena dapat memicu refleks batuk yang lebih sering . Sebaliknya, jika tubuh terasa nyaman dan tidak ada gejala tambahan yang memberatkan setelah minum es, maka konsumsinya masih diperbolehkan asalkan tidak berlebihan.
Penderita flu tetap harus memprioritaskan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi, baik dalam bentuk air hangat maupun air suhu ruangan.
Masyarakat diimbau untuk lebih fokus pada upaya mempercepat penyembuhan flu dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh. Istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta minum air putih hangat yang dicampur jahe, madu, dan lemon terbukti lebih efektif meredakan gejala flu dibandingkan sekadar mengatur suhu minuman .
Jika gejala flu tidak kunjung membaik dalam waktu satu hingga dua minggu atau disertai demam tinggi dan sesak napas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....