DPRD Minta Pemprov Jatim Memperkuat Mitigasi Penyebaran Hantavirus

  • 11 Mei 2026 16:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur diminta meningkatkan mitigasi dan kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus yang mulai menjadi perhatian dunia. Langkah antisipasi dinilai perlu diperkuat untuk mencegah potensi penyebaran virus di Jawa Timur.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, Senin 11 Mei 2026 mengatakan kewaspadaan terhadap hantavirus perlu dilakukan sejak dini. Meskipun kasusnya masih relatif terbatas, tapi Jatim sebagai salah satu pintu masuk mobilitas masyarakat internasional.

“Terakit hantavirus yang sekarang sudah terjadi outbreak di beberapa negara seperti Spanyol dan sebagainya, tentu ini harus menjadi kewaspadaan bagi Indonesia, terutama Jawa Timur yang juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat global,” ujar Puguh.

Menurutnya, hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui hewan pengerat seperti tikus. Penularannya dapat terjadi melalui urin, kotoran, hingga air liur tikus yang telah terinfeksi.

“Penyebarannya lewat hewan pengerat atau tikus ke manusia, melalui kotoran, urin, bahkan air liur tikus yang terinfeksi. Karena itu ancaman hantavirus ini perlu segera dilakukan antisipasi,” katanya.

Puguh mengingatkan, Indonesia sebelumnya pernah mengalami outbreak penyakit zoonosis lain seperti flu burung yang menimbulkan dampak sosial dan ekonomi cukup besar. Karena itu, ia meminta tidak menyepelekan.

Puguh juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, pemerintah daerah, hingga instansi terkait lainnya. Untuk memperkuat sistem mitigasi dan pengawasan.

“Nah, ini harus ada kolaborasi dan sinergi lintas sektoral supaya kemungkinan ancaman merebaknya hantavirus di Jawa Timur benar-benar bisa dicegah. Paling tidak langkah-langkah mitigasi itu sudah mulai dipersiapkan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....