Hari Kesehatan, Lawan Disinformasi

  • 06 Apr 2026 20:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Momentum Hari Kesehatan Sedunia yang diperingati setiap 7 April tahun ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih cermat memilah informasi kesehatan di ruang digital. Di tengah derasnya arus konten media sosial, kemampuan membedakan fakta dan disinformasi kini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Dilansir dari laman resmi World Health Organization (WHO), Hari Kesehatan Dunia 2026 mengusung tema Together for health. Stand with science yang menekankan pentingnya berpihak pada bukti ilmiah dalam setiap keputusan kesehatan. “Pilih bukti. Percayai fakta. Dukung kesehatan berbasis sains,” tulis WHO.

Hal yang mungkin belum banyak disadari publik, disinformasi kesehatan tidak selalu hadir dalam bentuk klaim ekstrem. Informasi viral tentang obat tertentu, diet instan, vaksin, atau cara penyembuhan yang tidak memiliki dasar ilmiah juga dapat memengaruhi keputusan masyarakat dan berisiko menimbulkan dampak kesehatan.

Masih dari pernyataan resmi WHO kawasan Asia Tenggara, misinformasi dan menurunnya kepercayaan pada sains dinilai memberi tekanan pada fondasi keputusan kesehatan berbasis bukti. “Keputusan kesehatan yang baik dibangun di atas bukti, bukan misinformasi,” tulis WHO.

Dalam kehidupan sehari-hari, langkah sederhana untuk melawan disinformasi dapat dimulai dengan memeriksa sumber informasi, memastikan rujukan berasal dari tenaga kesehatan atau lembaga resmi, serta tidak langsung membagikan konten yang belum terverifikasi.

Momentum Hari Kesehatan Sedunia tahun ini menjadi ajakan agar masyarakat tidak hanya menjaga tubuh lewat pola hidup sehat, tetapi juga menjaga cara berpikir tetap kritis agar tidak mudah terjebak informasi kesehatan yang menyesatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....