Sering Halusinasi dan Susah Konsentrasi Waspadai Gejala Skizofrenia
- 30 Mar 2026 20:28 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya - Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis dan berat yang memengaruhi cara berpikir, perasaan, serta perilaku seseorang. Penderita sering kali kesulitan membedakan kenyataan akibat gejala psikotik seperti halusinasi dan delusi. Hal ini disampaikan oleh Shinta Wijaya dalam dialog dengan Pro1 melalui sambungan telepon pada Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, penyakit ini memerlukan penanganan medis jangka panjang, termasuk pemberian obat antipsikotik dan terapi pendukung. “Skizofrenia membutuhkan penanganan berkelanjutan agar gejalanya dapat dikontrol dengan baik,” ujarnya.
| Baca juga: Lima Minuman Ampuh Redakan Sakit Tenggorokan |
Shinta mengungkapkan bahwa jumlah penderita skizofrenia di Indonesia cukup signifikan. “Saat ini ada sekitar 450 ribu orang di Indonesia menderita skizofrenia,” katanya. Angka tersebut menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memahami gangguan mental ini.
Ia menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama agar penanganan dapat dilakukan secara efektif. “Jika ada orang di sekitar Anda yang menunjukkan gejala skizofrenia, segera bawakan ke rumah sakit jiwa terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa gangguan ini berdampak pada kondisi psikotik penderita. “Biasanya penderita skizofrenia akan berpengaruh pada perilaku psikotiknya seperti mudah berhalusinasi, seperti sering mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada,” jelasnya.
Selain halusinasi, penderita juga kerap mengalami delusi serta perubahan perilaku. “Biasanya orang yang mengalami skizofrenia akan menarik diri dari lingkungan, ekspresi emosi datar, kurang motivasi, dan jarang berbicara,” ungkap Shinta.
Menurutnya, skizofrenia tidak muncul tanpa sebab, melainkan dipengaruhi berbagai faktor. “Beberapa hal bisa memicu seseorang mengalami skizofrenia, antara lain faktor keturunan atau genetik,” paparnya, seraya menambahkan bahwa faktor biologis dan lingkungan juga berperan.
Terkait pengelolaan penyakit ini, Shinta menegaskan bahwa gejalanya dapat dikendalikan meski belum bisa disembuhkan total. “Secara umum skizofrenia memang tidak dapat disembuhkan secara total, tetapi gejalanya dapat dikelola dengan pengobatan rutin dan terapi seperti CBT serta dukungan keluarga,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....