Bahaya Tidur Kurang dari Enam Jam untuk Tubuh
- 12 Mei 2026 09:32 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kesibukan pekerjaan dan gaya hidup modern kerap membuat banyak orang mengorbankan waktu tidur malam demi menyelesaikan berbagai aktivitas. Padahal, tidur merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental manusia. Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa orang dewasa membutuhkan waktu tidur ideal sekitar 7 hingga 8 jam setiap malam.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Ayo Sehat Kementerian Kesehatan (ayosehat.kemkes.go.id), kebiasaan tidur kurang dari enam jam per malam dapat berdampak serius pada berbagai sistem tubuh. Tubuh yang kekurangan waktu tidur akan mengalami penurunan fungsi kognitif, melemahnya sistem kekebalan tubuh, hingga gangguan metabolisme. Lebih mengkhawatirkan lagi, kurang tidur kronis juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Salah satu dampak paling langsung dari kurang tidur adalah penurunan daya ingat dan konsentrasi. Selama tidur, otak membentuk jalur-jalur baru antara sel saraf yang membantu seseorang mengingat informasi baru yang telah dipelajari. Ketika waktu tidur dipangkas kurang dari enam jam, proses konsolidasi memori ini terganggu sehingga seseorang menjadi lebih mudah lupa dan sulit fokus. Akibatnya, produktivitas kerja dan kemampuan belajar menurun drastis.
| Baca juga: Mengenal Vertigo dan Cara Mencegahnya |
Sistem kekebalan tubuh juga menjadi korban utama dari kebiasaan kurang tidur. Saat tidur, tubuh memproduksi protein pelindung yang disebut sitokin, yang berfungsi melawan infeksi dan peradangan . Kurang tidur menghambat produksi senyawa pelindung ini, sehingga pintu masuk bagi berbagai penyakit menjadi terbuka lebar. Orang yang tidur kurang dari enam jam per malam terbukti lebih rentan terkena infeksi seperti flu dan pilek dibandingkan mereka yang tidur cukup.
Dari sisi metabolisme, kurang tidur mengganggu keseimbangan dua hormon penting pengatur nafsu makan, yaitu leptin dan ghrelin. Kurang tidur menyebabkan penurunan leptin (hormon pemberi sinyal kenyang) dan peningkatan ghrelin (hormon pemicu rasa lapar). Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak, terutama makanan tinggi lemak dan karbohidrat, yang pada akhirnya memicu obesitas. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam sehari hampir 30 persen lebih mungkin mengalami kegemukan.
Ancaman serius lainnya mengintai kesehatan jantung para pelaku kurang tidur kronis. Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, detak jantung tidak teratur, dan peradangan pada pembuluh darah. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke secara signifikan. Bahkan, sebuah studi dalam Journal of the American Heart Association menemukan bahwa penderita hipertensi atau diabetes yang tidur kurang dari enam jam memiliki risiko kematian dini dua kali lipat lebih tinggi.
Kesehatan kulit pun tidak luput dari dampak buruk kurang tidur. Kurang tidur menyebabkan tubuh melepaskan lebih banyak hormon stres kortisol, yang dalam jumlah berlebih dapat memecah kolagen kulit, yaitu protein yang menjaga kulit tetap halus dan elastis. Akibatnya, kulit menjadi kusam, muncul garis-garis halus dan kerutan, serta lingkaran hitam di bawah mata. Penuaan dini menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan bagi mereka yang mengabaikan waktu tidurnya.
Dari sisi kesehatan mental, kurang tidur berkaitan erat dengan peningkatan risiko depresi dan kecemasan. Dalam sebuah penelitian terhadap 10.000 orang, mereka yang menderita insomnia lima kali lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan mereka yang tidak memiliki gangguan tidur. Hubungan ini bersifat dua arah, di mana kurang tidur memperburuk gejala depresi dan depresi membuat seseorang semakin sulit tidur. Memutus lingkaran setan ini memerlukan perhatian serius terhadap kualitas dan kuantitas tidur.
Masyarakat diimbau untuk mulai mencukupkan waktu tidur minimal 7 jam setiap malam demi menjaga kesehatan secara menyeluruh. Ciptakan rutinitas tidur yang konsisten, hindari penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur, serta pastikan kamar tidur gelap, tenang, dan sejuk. Tidur bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup dan umur panjang. Mulailah dari malam ini, karena kesehatan tubuh di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana Anda menjaga waktu tidur Anda saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....