Pakar UNAIR Ingatkan Bahaya Campak
- 17 Mar 2026 11:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Meski tergolong penyakit menular, campak masih kurang mendapat perhatian masyarakat. Pakar kesehatan anak Universitas Airlangga, Irwanto, menyoroti kondisi tersebut.
Kondisi ini berbahaya jika gejala dini tidak disadari sejak awal. Kelompok rentan seperti anak-anak dan individu dengan imunitas lemah menghadapi ancaman lebih besar.
Menurutnya, gejala campak dapat dikenali melalui batuk pilek yang disertai ruam. Pengenalan dini penting agar pasien segera melakukan isolasi mandiri.
| Baca juga: Dosen FKK ITS Ingatkan Bahaya Hantavirus |
"Sebelum memastikan campak, periksa gejala seperti batuk pilek, ruam leher, dan demam tinggi," ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menjelaskan risiko penularan campak di ruang publik tergolong sangat tinggi. Penularan terjadi melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara.
“Campak sangat menular dan berisiko kematian. Pasien sebaiknya segera mengisolasi diri,” ucapnya.
Risiko penularan meningkat pada anak yang belum menerima vaksin measles-rubella (MR). Anak-anak rentan karena sistem imun mereka masih berkembang.
Tenaga kesehatan menilai edukasi masyarakat penting untuk mencegah komplikasi campak. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan.
“Kami meningkatkan edukasi tentang bahaya campak dan pentingnya vaksinasi anak,” ujarnya.
Ia menegaskan edukasi tidak akan efektif tanpa dukungan masyarakat. Kesadaran vaksinasi sejak dini menjadi kunci pencegahan penyakit.
“Campak bukan penyakit biasa. Risiko kematian harus menjadi pelajaran bagi masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....