Dosen FKK ITS Ingatkan Bahaya Hantavirus

  • 11 Mei 2026 20:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ramai muncul kekhawatiran dunia terkait hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, menyebabkan penumpang dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akut. Dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS, dr Zulistian Nurul Hidayati SpPD, mengingatkan bahaya hantavirus.

Hingga 4 Mei 2026, tujuh penumpang teridentifikasi mengalami gejala ringan hingga meninggal dunia. Kasus tersebut kembali meningkatkan perhatian terhadap ancaman penyakit zoonosis di berbagai negara.

Di Indonesia, tercatat 23 kasus hantavirus pada manusia sejak 2024 lalu. Risiko penularan meningkat di wilayah padat penduduk dengan sanitasi lingkungan yang rendah.

“Manusia dapat terinfeksi melalui udara dan kontak langsung dengan hewan pengerat,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026. Menurut Zulistian, gejala awal hantavirus sulit dikenali karena menyerupai penyakit flu biasa.

“Diagnosis memerlukan pemeriksaan laboratorium dan tidak cukup dari gejala klinis," katanya. Gejala awal umumnya berupa batuk, demam, flu, dan nyeri otot.

Masyarakat perlu waspada bila terjadi penurunan kondisi dan gangguan pernapasan mendadak. Hantavirus dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS yang menyerang sistem pernapasan.

Virus ini juga memicu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome yang mengganggu fungsi ginjal. Hingga kini, terdapat lebih dari 40 varian hantavirus dan 20 bersifat patogenik bagi manusia.

Penyebaran virus berisiko tinggi terjadi pada lingkungan dengan sanitasi buruk. Zulistian menegaskan hantavirus berbeda dengan COVID-19 yang menyebar secara masif.

“Masyarakat cukup melakukan sterilisasi dan menjaga sanitasi lingkungan rumah,” katanya. Ia juga mengimbau penggunaan masker dan sarung tangan saat membersihkan area terpapar kotoran tikus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....