Bahaya Tersembunyi Vape, Ancaman Serius bagi Kesehatan Paru
- 28 Feb 2026 16:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Popularitas rokok elektrik atau vape terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda yang menganggapnya sebagai gaya hidup modern dan alternatif rokok konvensional. Namun, di balik citra tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan adanya risiko serius yang mengancam sistem pernapasan pengguna.
Dokter Spesialis Paru, dr. Wisnu Sp.P, menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menganggap vape sebagai produk yang aman. Dalam wawancara bersama Pro 1 pada Sabtu, 28 Februari 2026, ia menilai masih banyak kesalahpahaman mengenai dampak kesehatan dari rokok elektrik.
“Banyak orang mengira vape aman karena tidak memiliki bau seperti rokok konvensional. Namun, uap kimia yang dihasilkan tetap dapat merusak bagian dalam paru-paru secara bertahap,” ujar dr. Wisnu.
Ia menjelaskan, salah satu ancaman paling serius dari penggunaan vape adalah penyakit yang dikenal sebagai popcorn lung. Penyakit ini menyebabkan penyempitan saluran napas akibat kerusakan permanen pada jaringan paru-paru.
“Salah satu risiko yang paling ditakuti adalah penyakit popcorn lung, yang menyebabkan saluran napas menyempit akibat adanya luka permanen yang tidak dapat sembuh kembali,” katanya.
Menurut dr. Wisnu, kondisi tersebut dipicu oleh bahan kimia bernama diasetil yang sering digunakan sebagai pemberi rasa pada cairan vape. “Bahan ini mungkin aman jika dikonsumsi secara oral, namun sangat berbahaya jika dipanaskan dan dihirup,” ucapnya.
| Baca juga: Dosen FKK ITS Ingatkan Bahaya Hantavirus |
Kerusakan paru-paru akibat paparan zat kimia tersebut bersifat permanen dan berdampak jangka panjang pada kualitas hidup penderita. “Luka pada paru-paru akan membuat penderitanya kesulitan bernapas sepanjang hayat,” ucapnya menambahkan.
Selain itu, ia juga menyoroti maraknya peredaran produk vape ilegal yang tidak memiliki standar keamanan jelas. “Produk yang dijual bebas tanpa peraturan yang jelas biasanya memiliki risiko lebih tinggi mengandung bahan berbahaya, termasuk diasetil dalam kadar yang tidak aman,” kata dr. Wisnu.
Menutup pernyataannya, dr. Wisnu mengingatkan pentingnya pencegahan sebelum kerusakan kesehatan terjadi. “Mencegah kerusakan paru-paru jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Jangan biarkan gaya hidup sesaat merusak kesehatan organ yang sangat berharga ini. Napas yang lega hingga tua jauh lebih berharga,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....