Belum Ada Kasus, Epidemiolog Ingatkan Waspada Virus Nipah

  • 10 Feb 2026 22:07 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Meski belum ada laporan konfirmasi kasus Virus Nipah pada manusia di Indonesia, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Hal ini disampaikan epidemiolog UNAIR Surabaya, Windhu Purnomo, Selasa, 9 Februari 2026.

"Virus Nipah jauh lebih berbahaya dibandingkan Covid-19 karena case fatality rate sangat tinggi. Tingkat kematian penyakit ini dilaporkan berkisar antara 45 persen hingga 80 persen," katanya.

Menurut Windhu, Virus Nipah sangat berbahaya bagi manusia karena tingkat kematiannya sangat tinggi. Case fatality rate virus ini jauh lebih tinggi dibandingkan banyak penyakit infeksi lainnya.

"Setiap 10 orang terinfeksi, sekitar lima hingga delapan orang berpotensi meninggal dunia. Risiko kematian meningkat signifikan pada jumlah kasus yang lebih besar," ujarnya.

Kementerian Kesehatan menyebut Nipah sebagai penyakit zoonotik emerging akibat virus dari genus Henipavirus. Virus ini termasuk famili Paramyxoviridae dan memiliki potensi menular dari hewan ke manusia.

"Virus Nipah berbeda dengan influenza biasa yang memiliki case fatality rate sangat kecil. Influenza umumnya memiliki tingkat kematian sangat rendah dibandingkan penyakit zoonotik berbahaya," ujarnya.

Reservoir alami virus ini adalah kelelawar buah Pteropus yang dapat menularkan virus ke manusia. Penularan dapat terjadi melalui hewan perantara atau makanan dan minuman yang terkontaminasi virus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....