Epidemiolog: Diagnosis Hantavirus Harus Melalui PCR atau Antigen

  • 16 Mei 2026 18:16 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Epidemiolog dari Universitas Airlangga UNAIR Surabaya, Dr. Windhu Purnomo menegaskan satu-satunya cara memastikan seseorang terinfeksi hantavirus adalah melalui pemeriksaan laboratorium. Metode yang dapat digunakan antara lain tes PCR maupun pemeriksaan antigen.

Windhu mengatakan penyakit Hantavirus dapat menyerang manusia dan berpotensi menimbulkan kematian. Namun, kasus kematian akibat penyakit tersebut dinilai masih sulit teridentifikasi secara pasti di Indonesia.

Menurut Windhu, sebagian masyarakat yang sakit tidak selalu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Kondisi itu membuat penyebab kematian sering kali tidak diketahui secara medis karena pasien meninggal tanpa diagnosis yang jelas.

“Kalau kita bicara tidak ada yang meninggal, kenyataannya bisa saja ada yang meninggal, tetapi kita tidak tahu. Di Indonesia banyak orang sakit tidak pernah diobati, tidak pernah ke dokter, lalu tiba-tiba meninggal,” ujarnya, Sabtu, 16 Mei 2026.

Windhu menyebut teknologi PCR maupun antigen merupakan alat diagnostik yang relatif baru dikenal masyarakat luas. Sebelum pandemi COVID-19, istilah tersebut umumnya hanya akrab di kalangan akademisi dan tenaga medis.

Menurutnya, pemeriksaan PCR menjadi standar utama untuk mendeteksi apakah seseorang sedang terinfeksi hantavirus. Selain itu, pemeriksaan antigen laboratorium juga dapat digunakan untuk membantu identifikasi kasus.

Ia menilai peningkatan pemahaman masyarakat terkait gejala dan akses pemeriksaan menjadi penting. Langkah tersebut diperlukan agar kasus hantavirus dapat dideteksi lebih dini dan tidak luput dari penanganan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....