Terapi Kombinasi Dislipidemia Diluncurkan di Surabaya

  • 01 Feb 2026 15:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Daewoong Pharmaceutical Indonesia meluncurkan terapi kombinasi dosis tetap untuk dislipidemia di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 1 Februari 2026. Peluncuran ini dilakukan untuk memperluas akses pengobatan bagi pasien berisiko tinggi, khususnya dengan komorbid diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Jawa Timur dipilih sebagai lokasi peluncuran karena tingginya prevalensi diabetes serta risiko kardiovaskular di wilayah tersebut. Sebelumnya, terapi serupa telah diperkenalkan di Jakarta.

Peluncuran terapi tersebut dikemas dalam kegiatan Dyslipidemia Treatment Surabaya Regional Launch Symposium yang digelar di Novotel Surabaya. Lebih dari 100 tenaga medis dari berbagai daerah di Jawa Timur menghadiri simposium ini.

Dalam forum tersebut, para pakar membahas strategi pengelolaan kolesterol LDL (LDL-C) serta perkembangan terapi kombinasi Ezetimibe dan Rosuvastatin. Pendekatan dua mekanisme dinilai relevan untuk pasien dengan risiko kardiometabolik tinggi.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 11,7 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 10,6 persen.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiometabolik, Dr. dr. Soebagijo Adi, menyebutkan risiko penyakit kardiometabolik meningkat signifikan pada pasien diabetes.

“Ketika disertai diabetes, risiko kardiometabolik meningkat secara bermakna. Terapi kombinasi sejak dini menjadi strategi yang sangat penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, monoterapi statin kerap belum mampu mencapai target LDL-C pada pasien diabetes. Kombinasi terapi yang bekerja menghambat sintesis dan absorpsi kolesterol dinilai lebih efektif.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Surabaya, Dr. dr. Suryono, mengatakan terapi dislipidemia di praktik klinis masih sering belum optimal.

“Pendekatan terapi berbasis kombinasi dosis rendah dapat menjawab tantangan kompleks penyakit kardiometabolik,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. dr. Yudi Her Oktaviono mengungkapkan sekitar 91,5 persen pasien belum mencapai target LDL-C 55 mg/dL sesuai rekomendasi.

“Terapi kombinasi sejak awal berpotensi meningkatkan prognosis pasien secara signifikan,” ujarnya.

Terapi yang diperkenalkan mengombinasikan Rosuvastatin dan Ezetimibe dalam satu tablet dengan beberapa pilihan dosis, termasuk dosis rendah 10/5 mg yang pertama tersedia di Indonesia. Variasi dosis ini memungkinkan penyesuaian terapi yang lebih presisi.

Direktur Daewoong Indonesia, Baik In Hyun, menyatakan pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas medis sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit kardiovaskular.

“Pendekatan berbasis bukti ilmiah menjadi fondasi pengembangan terapi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....