Sampah Plastik Indonesia Menggunung Butuh Solusi Mendasar

  • 20 Feb 2024 14:44 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya : Berdasar data dari Muslimah Media Center, Indonesia menghasilkan 12,87 juta ton sampah plastic pada 2023. Dirjen Pengelolaan sampah, limbah dan B3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati.

“Sampah plastik masih menjadi isu serius yang dihadapi Indonesia, kondisi tersebut menyebabkan penanganan sampah plastik menjadi focus dalam Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 yang diperingati 21 Pebruari,” ujar Rosa.

Sampah plastik sebenarnya bukan hanya masalah regional, namun sudah global, selain berefek pada manusia, hewan juga merasakan dampaknya. Tumpukan sampah plastik membuktikan dua kondisi yakni kelalaian negara dan rendahnya kesadaran rakyatnya akan bahaya plastik.

Sistim kapitalisme membuat cara berfikir manusia menjadi sempit yakni hanya mengutamakan keuntungan dan kemudahan. Dari sisi masyarakat mereka memang dimudahkan dengan bahan dan wadah plastik yang harganya lebih murah. Masyarakat juga terbiasa dengan keadaaan seperti itu dikarenakan negara kapitalisme tidak menyediakan teknologi wadah ramah lingkungan, justru sebaliknya negara kapitalisme membuka lebar lebar para pemilik modal (pabrik pabrik) plastic untuk terus berproduksi.

Sejatinya peran negara tidaklah demikian, negara harus hadir dalam menjalankan fungsinya mengurus urusan rakyat. Rasulullah SAW bersabda : “ Imam (Pemimpin) adalah raa’in ( pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” HR. Al Bukhari

Kepengurusan ini juga termasuk negara wajib mengedukasi rakyat terhadap bahaya plastik terutama bagi Kesehatan dan lingkungan. Bagi Kesehatan, penggunaan berbagai produk plastik dapat menimbulkan penyakit berbahaya seperti kanker, gangguan kehamilan dan kerusakan jaringan tubuh lainnya. Bagi Lingkungan, sampah dari plastik sangat sulit diolah dan terurai oleh tanah pada akhirnya dapat merusak tanah, mencemari tanah dan sumber air tanah.

Memang plastik memudahkan manusia dalam perkakas dan packaging, hanya saja inovasi dan pengembang ilmu dalam islam selalu berpatok pada batasan syariat yakni tidak boleh membuat kerusakan di bumi dan memanfaatkan alam secukupnya, jadi inovasi dan pengembangan ilmu bukan kemudahan semata demi meraih keuntungan besar seperti prinsip kapitalisme.

Allah SWT berfirman ( QS. Al Araf. 56 )

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ۝٥

wa lâ tufsidû fil-ardli ba‘da ishlâḫihâ wad‘ûhu khaufaw wa thama‘â, inna raḫmatallâhi qarîbum minal-muḫsinîn. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman (QS. Al Hijr 19-20)

وَالۡاَرۡضَ مَدَدۡنٰهَا وَاَلۡقَيۡنَا فِيۡهَا رَوَاسِىَ وَاَنۡۢبَتۡنَا فِيۡهَا مِنۡ كُلِّ شَىۡءٍ مَّوۡزُوۡنٍ‏ ١٩

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran.

وَجَعَلۡنَا لَـكُمۡ فِيۡهَا مَعَايِشَ وَمَنۡ لَّسۡتُمۡ لَهٗ بِرٰزِقِيۡنَ‏ ٢٠

Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya.

Untuk saat ini didalam negeri sebenarnya sudah banyak penelitian yang mengembangkan teknologi degradasi sampah plastic seperti teknologi dari :

· Universitas Brawijaya : mendegradasi sampah dengan menggunakan alat Petbiodegree yaitu melalui tiga metodeyaitu penyinaran menggunakan sinar ultra violet, pemanasan, serta mikroorganisme, dengan begitu proses degradasi bisa lebih cepat bahkan hanya beberapa bulan saja,

· ITS : mendegradasi limbah medis padat menggunakan kombinasi jamur Aspergillus oryzae dan Trichoderma viride,

· Universitas Sidney : menggunakan jamur Aspergillus terreus dan Engyodontium, plastic akan terurai seluruhnya setelah 140 hari.

Inovasi penyediaan bahan alternatif plastik perlu disegerakan, dengan begitu rakyat dapat menikmati kemudahan teknologi plastik yang ramah lingkungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....