Inovasi ITS Hadirkan Kapal Otonom Pengangkut Sampah Perairan
- 13 Jun 2026 22:21 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Permasalahan sampah di perairan Indonesia masih mengancam keselamatan biota laut. Menjawab tantangan itu, dosen ITS mengembangkan kapal pembersih sampah tanpa awak.
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menegaskan masalah sampah harus menjadi perhatian akademisi. Menurutnya, inovasi tersebut merupakan penerapan ilmu untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua tim peneliti, Dr Hasanudin, menjelaskan kapal dirancang mengatasi pencemaran mikroplastik di wilayah pesisir. Sampah kiriman dinilai menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan ekosistem laut.
“Sampah kiriman di wilayah pesisir menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan hayati,” kata Hasanudin, Sabtu, 13 Juni 2026. Kapal ini mengusung desain sederhana agar mudah dioperasikan masyarakat pesisir.
Lambung ganda digunakan untuk meningkatkan stabilitas saat beroperasi. “Kami sengaja mendesain sistem yang sederhana namun kuat untuk masyarakat pesisir,” ujarnya.
Bagian depan kapal dilengkapi sirip pengarah sampah menuju keranjang penampung. Sistem kendali menggunakan remote control dengan jangkauan hingga satu kilometer.
Menurut Hasanudin, teknologi sederhana dipilih demi efisiensi operasional. Biaya perawatan menjadi lebih rendah dibanding sistem berbasis sensor canggih.
“Teknologi terlalu canggih sering mangkrak karena biaya perawatan tinggi,” ucapnya. Inovasi ini didanai program hilirisasi Dikti dan LPDP.
Tim peneliti kini mengembangkan dua unit baru yang telah diuji di Bali. Dua kapal terbaru memiliki panjang delapan meter.
Ukuran tersebut membuat kapal lebih tangguh menghadapi gelombang laut terbuka. Kedua kapal telah diuji di Bali dan Kalimantan melalui kerja sama ITS dan Pertamina.
Kapal terbaru juga dibekali sejumlah fitur pendukung. “Kami lengkapi dengan alat pencacah sampah, CCTV, dan panel surya,” kata Hasanudin.
Tim peneliti juga menyiapkan SOP dan pendampingan masyarakat pesisir. Langkah tersebut dilakukan agar inovasi memberikan dampak berkelanjutan.
Ke depan, ITS berencana mengintegrasikan teknologi AI berbasis IoT. Sistem itu akan mendeteksi area dengan kepadatan sampah secara otomatis.
Inovasi kapal pembersih sampah ini diharapkan memperkuat kolaborasi akademisi, industri, dan masyarakat. Program tersebut juga mendukung target SDGs tentang sanitasi dan ekosistem laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....