Ancaman Siber Dorong Penguatan Keahlian Digital Law Indonesia
- 03 Okt 2026 19:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kebutuhan sumber daya manusia di bidang hukum digital dan keamanan siber semakin mendesak seiring meningkatnya ancaman siber dan pesatnya transformasi digital di Indonesia. King’s College London (KCL) Singhasari Malang merespons kebutuhan tersebut dengan menyiapkan dua program magister, yakni LLM Digital Law dan MSc Advanced Cyber Security.
Berdasarkan data BSSN yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Indonesia menghadapi 5,5 miliar serangan siber sepanjang 2025. Sementara pada periode 1 Januari hingga 15 April 2026, tercatat 1,42 miliar serangan siber.
“Ini artinya bahwa kita harus memproteksi data kita, keamanan kita semuanya. Apakah dari keamanan nasional, keamanan perbankan dan sektor-sektor swasta lainnya. Di era AI yang berkembang pesat, skill yang mumpuni sangat dibutuhkan untuk memproteksi data-data krusial bangsa,” ujar Khofifah, dalam siaran pers, Sabtu 3 Oktober 2026.
Selain keamanan siber, kebutuhan terhadap keahlian Digital Law turut meningkat seiring perkembangan aset digital seperti Bitcoin, kripto, dan transaksi keuangan berbasis teknologi. Kompetensi tersebut dinilai dibutuhkan oleh berbagai institusi, mulai dari kejaksaan, kepolisian, imigrasi, kementerian hingga pemerintah daerah.
“Digital Law dan Advanced Cyber Security merupakan dua prodi yang sangat dibutuhkan oleh negeri ini, institusi pemerintah maupun private sector. Bukan sekadar cyber security, tetapi Advanced Cyber Security,” ujar Khofifah.
KCL Singhasari menargetkan perkuliahan kedua program magister tersebut mulai September 2027. Program ini juga diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan keamanan siber, termasuk pemahaman etika peretasan serta kemampuan menghadapi serangan dan ancaman siber.
“Jadi tempatnya saja di Singhasari Malang Jawa Timur, tapi ini sebetulnya kebutuhan bangsa dan negara Indonesia. Kemanfaatan dari program ini harus bisa dirasakan untuk kebutuhan seluruh bangsa,” pungkas Khofifah.
Rektor KCL untuk Indonesia dan Asia Tenggara Prof. Simon Tanner mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi untuk menjawab kebutuhan keterampilan di bidang digital dan keamanan siber. Dua program magister itu secara resmi diluncurkan Khofifah di KCL Singhasari Malang, Jumat 2 Oktober 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....