Penggunaan AI Pribadi Jadi Risiko Baru Perusahaan
- 01 Okt 2026 08:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas di tempat kerja memunculkan risiko baru bagi perusahaan, yakni Shadow AI. Istilah ini merujuk pada penggunaan aplikasi AI pribadi atau yang tidak mendapat izin perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Mekari Conference 2026 bertajuk “AI at Work” menyoroti kondisi tersebut di tengah tingginya minat pekerja Indonesia menggunakan AI. Survei Salesforce 2026 mencatat 70 persen pekerja Indonesia merasa lebih percaya diri menggunakan AI karena kebiasaan pribadi, sementara hanya 33 persen yang mendapat pelatihan AI resmi dari perusahaan.
“Pekerja Indonesia memiliki antusiasme yang luar biasa terhadap AI. Namun ketika perusahaan tidak menyediakan infrastruktur yang memadai, karyawan akan mencari solusi sendiri. Di sinilah risiko Shadow AI muncul,” ujar Chief Executive Officer Mekari Suwandi Soh, Kamis, 1 Oktober 2026.
Penggunaan AI tanpa aturan perusahaan dapat menimbulkan risiko kebocoran data dan masalah privasi. Di sisi lain, baru sekitar 26 persen perusahaan di Indonesia yang disebut telah mengintegrasikan AI secara penuh ke dalam kegiatan bisnis.
“Tantangan kita bukan menghentikan penggunaan AI, tetapi menyediakan AI yang aman, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan bisnis,” katanya.
Karena itu, perusahaan perlu menyiapkan aturan dan sistem yang memungkinkan karyawan menggunakan AI secara aman. Pendekatan Human-in-the-Loop juga menjadi perhatian, dengan AI membantu pekerjaan berulang dan mengolah data, sementara keputusan penting tetap dilakukan manusia.
“AI seharusnya tidak menggantikan manusia, melainkan memperkuat kemampuan profesional dalam berpikir kritis, menganalisis informasi, dan mengambil keputusan yang lebih baik,” ujarnya.
Pembahasan ini menunjukkan bahwa tantangan AI di dunia kerja tidak lagi hanya soal seberapa cepat perusahaan mengadopsi teknologi. Perusahaan juga perlu memastikan penggunaan AI tetap aman, terkontrol, dan mendukung pekerjaan manusia tanpa mengabaikan perlindungan data.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....