Alumni UT Surabaya Didorong Berinovasi, Berkarya, dan Berkolaborasi
- 18 Sep 2026 12:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Alumni Universitas Terbuka (UT) Surabaya didorong terus mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan. Hal itu disampaikan Hadi Wardoyo dalam Talk Show Temu Alumni UT Surabaya, akhir pekan lalu.
Kegiatan bertema “Membuka Potensi Alumni: Dari Kompetensi dan Gagasan Menjadi Karya yang Berdampak” tersebut dihadiri lebih dari 450 alumni. Acara berlangsung di Hall Lantai 4 Gedung UT Surabaya.
Hadi yang merupakan alumni Fakultas Hukum UT mengajak alumni tidak berhenti pada pencapaian akademik. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama kuliah harus dikembangkan menjadi gagasan dan karya.
“Jangan pernah berhenti belajar, untuk karya yang lebih baik,” kata Hadi, dalam siaran pers, Jumat 18 September 2026. Ia menilai pengetahuan akan lebih bernilai ketika mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Hadi merupakan salah satu dari empat narasumber dalam kegiatan tersebut. Tiga narasumber lainnya yakni Welin Kusuma, Ustaz Ahmad, dan Sukarni Bojonegoro.
Dalam paparannya, Hadi membahas pengembangan teknologi konstruksi Konstruksi Jaring Rusuk Beton (KJRB). Fondasi tersebut disebut sebagai penyempurnaan dari Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) yang ditemukan pada 1976.
Hadi menyebut KJRB memiliki sejumlah keunggulan dalam penerapannya. Di antaranya efisiensi, padat karya, ramah lingkungan, dan ekonomis dengan penghematan biaya sekitar 15–30 persen dibandingkan fondasi tiang pancang.
“Sistem fondasi ini dikembangkan secara sistematis dan terukur serta telah dibuktikan melalui kajian ilmiah dan implementasi nyata,” ujar Hadi. Menurutnya, inovasi lahir ketika pengetahuan dipertemukan dengan kebutuhan di lapangan.
“Teknologi tidak hanya berhenti sebagai gagasan, tetapi diarahkan untuk menjawab persoalan konstruksi sekaligus menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” katanya. Ia merangkum gagasannya melalui prinsip “Dari Pengetahuan Berdampak Nyata”.
Hadi juga menampilkan sejumlah proyek yang disebut menerapkan inovasi tersebut. Di antaranya Masjid Merah Moekhlas Sidik, Islamic Centre Moeldoko, SMK Telkom Pecantingan, dan RSUD Sidoarjo.
Selain teknologi, Hadi turut memperkenalkan Kawoong Innovation yang didirikannya. Lembaga tersebut membawa semangat “Kreatif, Berbudaya, Berdampak” dan mengembangkan inovasi yang mempertemukan teknologi dengan seni serta budaya.
Direktur UT Prof. Dr. Suparti, M.Pd., mengatakan alumni UT memiliki potensi untuk berkiprah di berbagai bidang. Ia berharap para alumni terus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan ikut membesarkan almamater.
“Semoga alumni dapat terus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pengabdian masyarakat,” ujar Suparti. Ia juga menyebut sejumlah alumni yang berkiprah di berbagai bidang, termasuk Welin Kusuma dan Jenderal (Purn.) Dr. H. Moeldoko.
Ketua Wilayah IKA UT Surabaya Dr. Endang Sriningsih, M.Si., mengatakan temu alumni menjadi ruang untuk memperkuat jejaring. “Potensi alumni perlu terus dikembangkan dan dihubungkan melalui kolaborasi yang lebih luas,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi peresmian Taman Pojok Hijau IKA UT di halaman Gedung UT Daerah Surabaya. Taman berukuran 3 x 50 meter tersebut dilengkapi tanaman buah, tanaman bunga, dan bibit persemaian sebagai bagian dari kerja sama IKA UT Surabaya dengan UT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....