Arsitektur Indonesia Hadapi Tantangan Era Society 5.0

  • 13 Sep 2026 09:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Arsitektur Indonesia menghadapi tantangan menjaga identitas lokal di tengah perkembangan Society 5.0. Hal tersebut menjadi perhatian ARCHIEXPO 2026 melalui tema “Indonesian Architecture in Society 5.0: Challenges and Opportunities”.

Penyeragaman desain global berisiko mengikis karakter arsitektur yang berakar pada kearifan tradisi Indonesia. Padahal, teknologi memiliki potensi memperkuat kearifan lokal jika diintegrasikan secara tepat dalam perkembangan arsitektur.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan kolaborasi untuk mengembangkan arsitektur Indonesia yang inovatif dan berkelanjutan. ARCHIEXPO digagas HIMAARTRA Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra dan berlangsung 9-11 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Selasar Gedung P, Kampus Universitas Kristen Petra Surabaya. Beragam kegiatan digelar, mulai pameran karya, talkshow, seminar, hingga lomba menggambar mural Archidraw.

Archidraw mengangkat tema Warisan Indonesia, Teknologi, dan Arsitektur dengan melibatkan 35 kelompok peserta. Setiap kelompok terdiri dari dua orang yang berasal dari siswa SMA Surabaya dan mahasiswa UK Petra.

Peserta diberi waktu 1,5 jam untuk menuangkan gagasan kreatif pada media lukis berukuran 70 x 60 sentimeter. Ketua Panitia Archiexpo 2026 Avril Caylee Baros mengatakan, karya terbaik dinilai berdasarkan sejumlah kriteria.

“Penilaian meliputi kesesuaian tema, teknik melukis, kreativitas, serta kerapian dan kebersihan,” ujar Avril, Sabtu, 12 September 2026. Menurut Avril, Archiexpo menjadi ruang bagi peserta untuk berdiskusi mengenai teknologi dan kearifan lokal Indonesia.

“Harapannya, seluruh peserta dapat saling berdiskusi dan menggali peluang integrasi teknologi dengan kearifan lokal Indonesia,” katanya. Avril menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi mengenai peran arsitek menjaga identitas budaya bangsa.

Arsitek dituntut tetap berinovasi untuk menjawab kebutuhan desain masa depan yang berpusat pada manusia. Pameran karya mahasiswa menjadi salah satu agenda utama dalam pelaksanaan Archiexpo 2026.

Pameran menampilkan karya terbaik mahasiswa dari setiap semester, termasuk karya LKTI dan Architecture Festival. Puluhan maket dan poster arsitektur turut ditampilkan dalam pameran tersebut.

Archiexpo 2026 juga menampilkan koleksi Surabaya Memori milik Library UK Petra. Koleksi tersebut berupa buku fisik serta foto Surabaya dari masa lalu dan kondisi masa kini.

Melalui Archiexpo 2026, Arsitektur UK Petra mendorong keterhubungan warisan Indonesia dengan perkembangan Society 5.0. Kegiatan tersebut memperkuat peran kampus dalam menghadirkan arsitektur berkarakter, solutif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....