ITPLN Siapkan Mahasiswa Hadapi Revolusi Industri dan Transisi Energi

  • 11 Sep 2026 22:11 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Institut Teknologi PLN (ITPLN) menyiapkan 1.677 mahasiswa baru menghadapi revolusi industri 4.0 dan transisi energi. Rektor ITPLN Prof Dr Ir Iwa Garniwa mengatakan kedua perubahan tersebut menjadi tantangan utama masa depan.

Menurut Iwa, transisi energi menjadi salah satu fokus utama pendidikan di ITPLN.

Kurikulum dirancang membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri energi dan tuntutan net zero emission.

“Kalian tidak salah masuk ke ITPLN,” ujar Iwa saat membuka Karisma Gelora, Jumat. 11 September 2026. “Masa depan dunia yang kita hadapi adalah industri 4.0 dan transisi energi menuju net zero emisi".

Iwa mengatakan ITPLN memosisikan diri sebagai kampus transisi energi yang menyiapkan sumber daya manusia. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami teknologi dan kebutuhan industri.

“ITPLN adalah kampus transisi energi, kampus energi yang siap menghadapi net zero emisi. Kurikulum dan silabus yang ada di ITPLN dibangun untuk menghadapi itu semua,” kata Iwa.

Minat terhadap ITPLN tahun ini tercermin dari 10.256 pendaftar dari 23.082 peserta rangkaian penerimaan mahasiswa baru. Dari proses tersebut, sebanyak 1.677 mahasiswa diterima sebagai mahasiswa baru ITPLN.

Sebanyak 147 mahasiswa baru diterima melalui program ikatan kerja. Iwa menyebut program tersebut memberikan peluang bekerja di lingkungan PLN setelah memenuhi persyaratan.

“Apabila kalian semua benar ingin bekerja di PLN, maka siapkan dari sekarang menjadi 100 terbaik,” katanya. Ia meminta mahasiswa membangun prestasi akademik dan kemampuan nonakademik sejak awal perkuliahan.

Menurut Iwa, peluang kerja lulusan ITPLN tidak hanya bergantung pada PLN.

ITPLN juga membangun kerja sama dengan asosiasi dan industri untuk memperluas peluang kerja lulusan.

“PLN saja percaya kepada kita, apalagi teman-teman industri tentu akan lebih percaya kepada ITPLN,” ucap Iwa. Karena itu, mahasiswa didorong membangun kompetensi sesuai perkembangan kebutuhan dunia kerja.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto menekankan pentingnya pengembangan mahasiswa secara menyeluruh. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik.

“Mahasiswa tidak cukup hanya berorientasi pada keberhasilan akademik,” kata Brian melalui tayangan video. Mahasiswa juga perlu memiliki kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan karakter kuat.

Brian mengatakan mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan menuju visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kompetensi sekaligus kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas manusia,” ujar Brian. Pendidikan juga berperan membentuk karakter bangsa serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....