Dosen Untag Surabaya Bawa Riset ke Forum Akademik Eurasia

  • 15 Agt 2026 20:39 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Drs. Cuk Yuana dari Fakultas Ilmu Budaya Untag Surabaya mempresentasikan hasil riset kolaborasi internasional di Eurasia Convention Busan 2026 yang diselenggarakan pada 3-4 Agustus 2026.
  • Riset yang dipresentasikan merupakan hasil kolaborasi antara Untag Surabaya dan Royal University of Phnom Penh, Kamboja, yang membawa nama kampus ke forum akademik internasional.
  • Forum Eurasia Convention Busan 2026 menghadirkan lebih dari 600 akademisi dan ilmuwan dari berbagai negara dengan tema pendidikan di era chaos dan harapan era baru.

RRI.CO.ID, Surabaya - Dosen Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Drs. Cuk Yuana, M.Hum., membawa nama kampus ke forum akademik internasional Eurasia Convention Busan 2026 di Korea Selatan. Ia tampil sebagai presenter dengan memaparkan hasil riset kolaborasi Untag Surabaya dan Royal University of Phnom Penh, Kamboja.

Eurasia Convention Busan 2026 digelar Eurasia Foundation (from Asia) di Lotte Hotel Busan pada 3-4 Agustus 2026. Forum bertema The Role of Education in the Age of Chaos Hope for a New Era tersebut mempertemukan lebih dari 600 akademisi dan ilmuwan dari berbagai negara.

Dalam forum itu, Cuk Yuana mempresentasikan penelitian berjudul Culture Education in the Family as Foundation for Young Generation Resilience in the Era of Digital Disruption. Riset kolaborasi Untag Surabaya dan Royal University of Phnom Penh tersebut mengangkat pentingnya pendidikan budaya yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Pendidikan budaya di lingkungan keluarga dinilai menjadi salah satu fondasi dalam membangun ketahanan generasi muda menghadapi berbagai tantangan di era disrupsi digital.

Kesempatan Cuk Yuana tampil dalam forum internasional tersebut bermula dari keterlibatannya dalam program hibah Eurasia Foundation Japan. Sebelumnya, ia mengajukan proposal untuk menyelenggarakan Eurasia International Lecturer di Untag Surabaya.

Proposal tersebut kemudian diterima dan menjadi awal diperolehnya hibah Eurasia Foundation Japan bagi Program Studi Sastra Jepang FIB Untag Surabaya melalui LPPM.

"Setelah acara Eurasia Internal Lecturer di Untag berjalan selama dua minggu, saya mendapat undangan untuk menjadi pembicara di Eurasia Convention 2026 Busan, Korea Selatan," kata Cuk Yuana, dalam rilis diterima RRI, Sabtu 14 Agustus 2026.

Setelah menerima undangan tersebut, Cuk Yuana mengirimkan judul, abstrak, dan outline materi kepada panitia Eurasia Convention Busan. Ia kemudian dinyatakan diterima sebagai salah satu pembicara dalam sesi breakout.

Bagi Cuk Yuana, kesempatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan karena dapat membawa nama Untag Surabaya ke forum akademik internasional.

"Pertama saya bangga bisa mewakili universitas afiliasi saya, Untag Surabaya, di kancah internasional. Saya bisa membawa nama baik kampus agar semakin dikenal oleh universitas luar negeri," ujarnya.

Tidak hanya mempresentasikan hasil penelitian, Cuk Yuana juga memanfaatkan forum tersebut untuk membangun jejaring dengan akademisi dari berbagai universitas di dunia. Menurutnya, jejaring tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerja sama akademik.

Peluang kerja sama yang terbuka antara lain kolaborasi penelitian, PKM/KKN luar negeri, lecture exchange, student exchange, hingga tinjauan kurikulum.

Salah satu tindak lanjutnya yakni penjajakan kerja sama dengan Royal University of Phnom Penh, Kamboja. Dalam kesempatan tersebut, Cuk Yuana menyerahkan MoU Untag Surabaya yang telah ditandatangani Rektor Untag Surabaya kepada Prof. Loch Leaksmy, perwakilan akademisi Royal University of Phnom Penh.

MoU tersebut selanjutnya akan diproses untuk ditandatangani oleh rektor Royal University of Phnom Penh.

Cuk Yuana berharap dukungan Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) dan Untag Surabaya terhadap para akademisi yang berkiprah di tingkat internasional dapat terus diperkuat.

Ia juga berharap kembali memperoleh hibah Eurasia Foundation Japan untuk menyelenggarakan Eurasia International Lecture pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....