Tim Dosen Unesa Gelar Pelatihan Guru SD se-Kabupaten Jombang

  • 08 Agt 2026 17:11 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tim dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pelatihan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk "Pelatihan Soal Olimpiade Matematika bagi Guru Sekolah Dasar." Pelatihan tersebut digelar sejak akhir Juli lalu untuk meningkatkan kualitas SDM guru khususnya untuk membimbing siswa pada ajang Olimpiade Sains Nasional.

Pelatihan diselenggarakan oleh tim dosen perguruan tinggi sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang diketuai oleh Dr. Siti Khabibah, M.Pd. dengan anggota Prof. I Ketut Budayasa, Ph.D., Prof. Dr. Dwi Juniati, M.Si., Dr. Agung Lukito, M.S., dan Dr. Janet Trineke Manoy, M.Pd.

Ketua Tim Pelatihan Dr. Siti Khabibah M. Pd., mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan pendidikan nasional. “Pendidikan dasar khususnya SD ini memegang peranan strategis dalam membangun fondasi kemampuan berpikir logis, analitis, dan kreatif peserta didik,” ujar Siti melalui rilisnya kepada RRI Jumat 7 Agustus 2026.

Dirinya menambahkan salah satu wahana pengembangan kemampuan para guru tersebut salah satunya melalui kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau kompetisi sejenis. “Karena dari ajang tersebut menuntut penguasaan konsep, strategi pemecahan masalah, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills,” ucapnya.

Capaian prestasi siswa SD dalam ajang olimpiade sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru sebagai pembimbing utama. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi kurikuler, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap karakteristik soal olimpiade, teknik penyelesaian non-rutin, serta strategi pembinaan berkelanjutan.

Pada kenyataannya, sebagian guru SD di Kabupaten Jombang masih menghadapi keterbatasan dalam hal pemantapan materi olimpiade dan variasi strategi penyelesaian soal, terutama pada soal-soal yang menuntut penalaran tingkat tinggi dan pendekatan kreatif.

Selain itu dirinya menjelaskan bahwa soal olimpiade memiliki karakter yang berbeda dengan soal pembelajaran reguler, sehingga menuntut kemampuan bernalar, berpikir kritis, dan menemukan strategi penyelesaian yang efektif. “Oleh karena itu, guru memerlukan pelatihan khusus agar mampu membimbing siswa secara optimal dalam menghadapi berbagai kompetisi matematika,” ungkapnya.

Pendekatan seperti ini telah banyak diterapkan dalam program pengabdian kepada masyarakat di berbagai daerah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembinaan olimpiade. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, latihan penyelesaian soal, serta presentasi hasil pembahasan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan aktif bertukar pengalaman mengenai metode pembelajaran matematika.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan tercipta guru-guru yang lebih kompeten dalam membina calon peserta Olimpiade Matematika tingkat sekolah dasar. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kualitas pembelajaran matematika di sekolah diharapkan semakin meningkat dan mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi yang siap bersaing pada berbagai ajang kompetisi akademik di tingkat daerah maupun nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....