Mahasiswa ITS Kembangkan Mesin Pembalut Otomatis Berbasis IoT

  • 15 Agt 2026 05:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Akses produk sanitasi perempuan di ruang publik masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan akses dan privasi pembelian. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan Sanitary On The Go (SOTG), mesin penjual pembalut otomatis berbasis sistem cerdas.

Salah satu pengembang SOTG, Muhammad Fikri Kusumadinata, menilai akses produk sanitasi masih belum praktis. Menurutnya, teknologi otomasi dan layanan digital dapat menjadi solusi atas persoalan tersebut.

“Melalui SOTG, kami menghadirkan sistem yang mempermudah pembelian produk sanitasi tanpa mengabaikan privasi,” ujar Fikri, Jumat, 14 Agustus 2026. Mahasiswa Departemen Teknik Elektro Otomasi, Fakultas Vokasi ITS itu menjadi bagian tim pengembang.

Fikri menjelaskan, SOTG mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem penjualannya. Pengguna dapat membeli pembalut melalui layar sentuh dan melakukan pembayaran secara non-tunai.

“Prosesnya dibuat sederhana agar pengguna dapat memperoleh produk dengan cepat,” ucap Fikri. Sistem tersebut dirancang agar proses pembelian berlangsung praktis dan tetap menjaga kenyamanan pengguna.

Secara teknis, SOTG menggunakan arsitektur yang menghubungkan antarmuka pengguna, server lokal, layanan Cloud, dan perangkat keras. Seluruh lapisan sistem bekerja secara terhubung untuk mendukung operasional mesin.

Koneksi tersebut memungkinkan data transaksi, stok, dan kondisi mesin dipantau secara bersamaan dari jarak jauh. Sistem ini juga mendukung pengelolaan mesin secara lebih efisien melalui pemantauan berbasis teknologi.

Berdasarkan hasil pengujian, SOTG menunjukkan performa relatif stabil dalam proses pendistribusian produk. Waktu pengeluaran produk berlangsung dalam hitungan detik dengan tingkat konsistensi yang baik.

“Selain itu, komunikasi data antarsubsistem juga menunjukkan latensi yang rendah,” ucap Fikri. Hasil tersebut menunjukkan sistem mampu menjalankan fungsi utamanya secara optimal dalam pengujian.

Fikri menilai, inovasi yang dikembangkan bersama lima rekannya memiliki potensi penerapan cukup luas. SOTG dapat ditempatkan di lingkungan pendidikan, fasilitas umum, hingga kawasan perkantoran.

“Khususnya pada lokasi yang memiliki mobilitas tinggi,” kata Fikri. Kehadiran mesin tersebut diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh produk sanitasi perempuan.

Ke depan, Fikri berharap pengembangan SOTG terus dilakukan dengan menghadirkan fitur yang semakin adaptif. Pengembangan tersebut diharapkan mendukung penerapan inovasi secara lebih luas di berbagai ruang publik.

Inovasi SOTG juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pemanfaatan teknologi. Fokusnya berkaitan dengan SDGs poin ketiga tentang kesehatan serta poin kesembilan mengenai inovasi dan infrastruktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....