Mahasiswa Teknik Elektro Ubaya Hadirkan Inovasi Robot Catur Berbasis AI

  • 01 Agt 2026 06:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Surabaya kembali mencetak inovasi terbaru di bidang teknik elektro. Inovasi tersebut di ciptakan Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), Agung, dengan temuannya yakni robot catur berbasis kecerdasan buatan AI bernama Smart Chess.

Agung saat di wawancara RRI Jumat 31 Juli 2026 menjelaskan robot catur ciptaannya di sistem untuk terintegrasi dengan lengan robot industri, kamera, dan AI sebagai media bermain dan riset robotika untuk merealisasikan konsep yang dapat di implementasikan di bidang industri.

“Jadi ini adalah tugas akhir saya, awalnya terinspirasi karena saya suka main catur, dan dalam elektro itu ada robot industri, nah akhirnya aku coba kombinasikan aja catur ini dengan robot industri yang terintegrasi dengan AI supaya nantinya dapat menjalankan instruksi yang lebih kompleks,” ujar Agung.

Dirinya menggambarkan dengan adanya AI pada sistem robot catur ini bisa di kembangkan ke sistem robot industri yang lebih kompleks seperti robot perakitan otomotif. Bedanya, melalui AI membuat proses perakitan tidak tergantung dengan instruksi manusia saja, namun robot mampu memecahkan masalah secara internal.

“Misalnya di industri mobil yang butuh banyak industrial robot untuk membuat satu mobil. Mungkin nantinya kalau ke masa depan bisa dikombinasi dengan AI. Untuk membuat satu mobil ini cukup tiga atau empat industrial robot. Tapi masing-masing itu melakukan tugas yang kompleks,” ucapnya.

Saat ini, Smart Chess masih dalam fase pertandingan manusia melawan robot. Nantinya, sistem tersebut akan lebih disempurnakan, termasuk kemungkinan pertandingan robot melawan robot serta penambahan level kesulitan. Saat ini level tertinggi ada di grandmaster dengan tingkat kemenangan hampir 100 persen.

“Selama pengujian di lab itu tingkat kemenangan untuk level AI catur yang grandmaster mencapai 100 persen. Di luar lab sekitar 97 sampai 98 persen. Sekarang ini baru robot melawan manusia, nantinya semoga bisa aku kembangkan menjadi robot lawan robot,” ungkapnya.

Selama pengerjaan, dirinya mengaku sempat mengalami kendala pada laptopnya sehingga data program Smart Chess sempat hilang dan waktu proses training data sempat tertunda. Selama proses pemulihan data, dirinya membutuhkan waktu total dua sampai tiga minggu.

“Kemarin itu laptopku sempat rusak, jadi dataku hilang semua. Itu aku harus nge-training AI dari awal, harus memprogram lagi dari awal. Tapi untungnya karena semuanya aku program sendiri, jadi dua sampai tiga minggu sudah kembali ke posisi sebelum rusak. Dan tantangannya ya lebih ke device yang udah gak kuat,” ucapnya.

Pada proses berjalannya permainan, Smart Chess menggunakan kamera webcam untuk mengenali posisi bidak di papan catur. Informasi dari kamera diproses AI untuk menentukan langkah kompleks dan tidak repetitif, kemudian lengan robot memindahkan bidak secara otomatis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....