Gubes ITPLN: Tiga Negara Jadi Acuan Transisi Energi Indonesia
- 05 Agt 2026 21:03 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof. Syamsir Abduh menilai Indonesia perlu belajar transisi energi dari Denmark, Norwegia, dan Tiongkok. Ketiga negara dinilai berhasil membangun sistem energi rendah karbon sesuai karakteristik masing-masing.
Menurut Syamsir, keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari pengurangan energi fosil. Ketersediaan energi, harga terjangkau, keandalan listrik, dan pertumbuhan ekonomi harus tetap terjaga.
"Tidak ada negara yang sepenuhnya merampungkan transisi energi," kata Syamsir, Rabu, 5 Agustus 2026. "Namun, beberapa negara mampu mencapai kemajuan signifikan sambil menjaga ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi."
Denmark menjadi contoh keberhasilan integrasi energi terbarukan, terutama energi angin lepas pantai. Keberhasilan itu didukung kebijakan konsisten, jaringan listrik andal, serta kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi.
Norwegia menunjukkan pentingnya elektrifikasi transportasi berbasis listrik rendah karbon dari pembangkit tenaga air. Berbagai insentif jangka panjang mendorong penggunaan kendaraan listrik secara luas.
Tiongkok mempercepat pembangunan pembangkit surya dan angin dalam skala besar. Negara itu juga menjadi pusat manufaktur baterai, panel surya, dan kendaraan listrik.
Meski demikian, Tiongkok tetap memanfaatkan pembangkit batu bara demi menjaga keandalan pasokan energi. "Percepatan energi terbarukan harus berjalan bersama strategi menjaga ketahanan energi," ujar Syamsir.
Syamsir menilai Indonesia harus memperkuat jaringan transmisi, smart grid, dan teknologi penyimpanan energi. Reformasi pasar listrik serta kepastian investasi juga diperlukan untuk mempercepat pengembangan energi bersih.
"Transisi energi membutuhkan kepastian regulasi, target pengurangan karbon, dan mekanisme pembiayaan yang efektif," katanya. Ia menambahkan seluruh pemangku kepentingan harus terlibat dalam proses tersebut.
Syamsir menegaskan transisi energi harus berlangsung adil bagi pekerja dan masyarakat terdampak. "Indonesia harus membangun transisi energi yang andal, terjangkau, berkelanjutan, sekaligus berkeadilan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....