Unusa Perkuat Jejaring Global Melalui Kemitraan Strategis dengan Kampus Jepang
- 01 Agt 2026 13:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan The Kyoto College of Graduate Studies for Informatics (KCGI) dan Kyoto Computer Gakuin (KCG), Jepang. Penandatanganan kerja sama dilakukan secara virtual pada Jumat 31 Juli 2026.
MoU ditandatangani oleh Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono bersama Presiden KCGI sekaligus Principal KCG, Dr. Yoichi Terashita. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan program internasional.
"Meski dipisahkan oleh ribuan kilometer dan samudra, teknologi telah mempertemukan visi kita. Hari ini kita membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk membangun kolaborasi yang bermakna," kata Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono.
Menurut Tri Yogi, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui kolaborasi lintas negara. Kemitraan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas jejaring akademik global.
"Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan riset bersama. Infrastruktur penelitian yang dimiliki KCGI dipadukan dengan pengalaman Unusa dalam pengembangan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan kolaborasi ilmiah yang berdampak nyata," ujarnya.
Melalui kemitraan tersebut, dosen dan peneliti dari kedua institusi akan didorong melakukan penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, serta pertukaran data dan inovasi. Selain itu, kedua kampus juga akan mengembangkan berbagai solusi berbasis riset untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
"Kolaborasi ini bukan sekadar memperkaya literatur akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui riset yang relevan dan berdampak," tutur Tri Yogi.
Kerja sama juga membuka peluang penyelenggaraan pertukaran mahasiswa dan dosen, kuliah tamu internasional, webinar bersama, serta pengembangan kurikulum berorientasi global. Berbagai program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan agar siap bersaing di tingkat internasional.
"Mari kita jadikan penandatanganan MoU ini sebagai simbol terbangunnya jembatan persahabatan, kolaborasi akademik, dan inovasi yang akan memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas," pungkas Tri Yogi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....