Rektor ITPLN: Transisi Energi Perkuat Ekonomi Nasional
- 26 Jul 2026 03:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, menegaskan transisi energi harus memperkuat ekonomi nasional. Potensi investasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 diperkirakan mencapai Rp3.000 triliun.
Menurutnya, investasi tersebut harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi industri dan tenaga kerja nasional. Ketergantungan terhadap teknologi impor dinilai berpotensi mengurangi dampak ekonomi di dalam negeri.
"Kalau uang ini banyak keluar melalui impor, itu menjadi persoalan bagi kita," ujar Iwa, Sabtu, 25 Juli 2026. Ia menegaskan transisi energi tidak sekadar mengganti pembangkit fosil menjadi energi terbarukan.
Transisi harus membangun rantai industri nasional dari hulu hingga hilir. Pembangunan pembangkit surya, lanjutnya, perlu diikuti pengembangan industri panel surya dan komponen pendukung.
Langkah itu diyakini memperkuat ekosistem manufaktur nasional. "Kalau seluruh teknologi kita beli dari luar, manfaat ekonominya ikut keluar," katanya.
Iwa menyebut Indonesia memiliki kebutuhan energi yang terus meningkat dan potensi energi terbarukan melimpah. Karena itu, transisi energi harus dilakukan bertahap dengan menjaga pasokan dan keterjangkauan listrik.
"Tujuan utama penyediaan energi adalah mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya. Ia mengingatkan Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara maju dalam menentukan kecepatan transisi energi.
Kebijakan nasional harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan energi domestik. "Indonesia tidak boleh dipaksa mengikuti target negara maju tanpa mempertimbangkan kondisi domestik," ujarnya.
Iwa juga menilai implementasi biodiesel B50 menjadi langkah strategis memperkuat kemandirian energi nasional. Kebijakan tersebut dinilai mengurangi impor solar sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
"Hilirisasi selalu menghasilkan nilai tambah lebih besar dibandingkan menjual bahan mentah," ujarnya. Menurut Iwa, keberhasilan transisi energi membutuhkan kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Sinergi itu diperlukan untuk memperkuat riset, inovasi, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia. "Transisi energi harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional, bukan sekadar mengikuti tren dunia," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....