Rektor ITS Serukan Kampus Inklusif dan Antikekerasan

  • 02 Agt 2026 16:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Bambang Pramujati, menyerukan penguatan kampus inklusif dan anti kekerasan. Seruan itu disampaikan dalam U25 PTN-BH Leaders Forum 2026 di Universitas Gadjah Mada.

Forum tersebut mempertemukan pimpinan PTN-BH untuk membahas penguatan pendidikan tinggi yang inklusif. Bambang menilai kualitas universitas kini melampaui capaian akademik semata.

"Universitas harus membangun ekosistem yang berpusat pada manusia," kata Bambang, Sabtu, 1 Agustus 2026. Menurutnya, kampus harus menghadirkan kesempatan berkembang bagi seluruh sivitas akademika.

Ia menegaskan universitas inklusif tidak sekadar mengakomodasi perbedaan. Kampus juga wajib menciptakan ruang agar setiap individu berkembang secara optimal.

"Inovasi teknologi harus menyelesaikan persoalan kemanusiaan," ujar Bambang. Karena itu, ITS mengembangkan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

ITS membangun kampus inklusif melalui lima pilar utama. Pilar tersebut meliputi tata kelola, infrastruktur, kampus digital, kesejahteraan, dan inovasi inklusif.

Beragam teknologi asistif telah dikembangkan sivitas akademika ITS. Inovasi itu mencakup Neutrack AI Glove, BaaDaaBoo, SMILE Hand Therapy, dan MobiAi.

"Teknologi harus dikembangkan dengan empati agar tidak ada yang tertinggal," tegas Bambang. Menurutnya, inovasi harus memberi manfaat bagi semua kalangan.

Bambang juga menyoroti pentingnya kesehatan mental dalam lingkungan kampus. Ia merekomendasikan pendekatan Look, Listen, Link untuk mendukung kesejahteraan sivitas akademika.

"Seluruh lapisan perlu mampu mengenali gejala awal dan menghubungkan ke layanan profesional," ujarnya. Pendampingan harus dimulai sejak proses skrining dini.

Selain kesehatan mental, ITS menaruh perhatian pada pencegahan kekerasan seksual. Bambang menilai penguatan Satgas PPKS menjadi syarat mewujudkan kampus yang aman.

"Berikan dukungan kebijakan yang kuat dan penanganan cepat berpihak kepada korban," kata Bambang. Ia mengajak seluruh PTN-BH menjadikan inklusivitas sebagai agenda bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....